Jakarta (Greeners) – Following protest from green group, Ecoton, to US embassy over recent illegal waste dumping to Indonesia, US representative stated that they regretted the fact that containers shipped […]
Jakarta (Greeners) – Indonesia’s activists staged a protest following the finding that the US dumped its domestic waste illegally to Indonesia since 2014. On June 14, Indonesian government re-export five […]
Jakarta (Greeners) – Ministry of Environment and Forestry and Customs on June 14 have witnessed re-export of five containers of waste belong to PT. Adiprima Suraprinta to its origin country, […]
Jakarta (Greeners) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, pada tanggal 14 Juni 2019, secara bersama-sama telah menyaksikan pengembalian atau re-ekspor 5 […]
Jakarta (Greeners) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akan mengembalikan atau re-ekspor sampah plastik ilegal yang diselundupkan ke Indonesia dari beberapa negara di Eropa. Setidak ada 16 kontainer barang […]
Pada 10 Mei 2019 lalu, amandemen dalam Konvensi Basel disetujui. Amandemen tersebut meminta eksportir limbah plastik harus memperoleh persetujuan dari negara penerima limbah.
Amid ongoing efforts to tackle waste issue, Indonesia still potentially becoming world’s largest dumpster after China refused to collect wastes from other countries.
Meski masih mempunyai pekerjaan rumah terhadap pengelolaan sampah, Indonesia berpotensi besar menjadi penampung sampah dunia setelah China menutup diri untuk menerima sampah dari berbagai negara.
Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) revealed plastic waste found inside of fishes in Brantas river of East Java.
Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) menemukan di dalam lambung ikan yang hidup di Sungai Brantas, Jawa Timur, terdapat sampah plastik.
Penumpukan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) secara masif terjadi di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Limbah ini digunakan sebagai urukan untuk jalan dan tanggul sungai.
Meski hanya digelar di sekitar Jembatan Kedunglarangan, Kecamatan Bangil, dalam waktu kurang lebih dua jam, belasan aktivis berhasil mengangkat 150 kilogram popok bayi dari Sungai Kedunglarangan.
Aktivis Ecoton memulai kampanye Kali Brantas Bebas Popok 2020 sejak akhir Juli 2017. Di kota terakhir, Malang dan Batu, sejumlah aktivis juga mengangkuti sampah popok bekas di titik-titik yang menjadi lokasi pembuangan popok oleh masyarakat.










































