Leonard Simanjuntak, Bertekad Bawa Isu Lingkungan Lebih “Membumi”

Reading time: 4 menit
leonard

Leonard Simanjuntak. Foto: greeners.co/Arief Tirtana

Komitmen Seumur Hidup

Bicara soal komitmen, Leonard sudah menunjukkannya sejak awal dia memilih berkarir dalam isu lingkungan. Dengan status sebagai lulusan teknik peminyakan dari salah satu universitas ternama di Indonesia, dirinya justru memilih bekerja pada LSM Lingkungan selepas lulus kuliah. Pilihannya saat itu meski tidak ditentang namun sempat membuat bingung kedua orang tuanya dalam waktu yang cukup lama.

“Sebenarnya persoalan klasik, orang tua bertanya-tanya pekerjaan ini nantinya bisa buat hidup atau tidak. Kalau masuk industri perminyakan kemungkinan secara ekonomi pasti terjamin,” ungkapnya.

Titik baliknya pada tahun 1997, saat Leonard bergabung dengan LSM Internasional dari Australia, Oxfam. Saat itu diakuinya baru timbul kelegaan dari orang tuanya, bahwa mungkin ada karier yang bisa dicapai dalam bidang ini.

Meski dalam perjalanan karier tidak selalu bekerja pada isu lingkungan, Leonard merasa tidak bisa lepas untuk tidak peduli pada isu besar mengenai lingkungan: bumi dan manusianya.

“Ini sudah menjadi komitmen seumur hidup. Pekerjaan bisa berganti, namun di urusan-urusan dan kepentingan yang besar inilah saya coba bekontribusi untuk bumi dan masyarakat,” kata bapak dua anak ini.

Leonard sadar betul perlunya komitmen yang tinggi, termasuk dalam beberapa episode hidupnya yang harus berhadapan dengan bermacam resiko yang kaitannya dengan kekuasan. Ia mengaku semua itu bisa dilalui tidak lepas dari dukungan keluarga, orang tua, istri dan kedua anaknya.

Waktu yang sedikit bersama anak dan istri menjadi pengorbanan lain dari sisi keluarga. Kesibukan dan jarak antara kantor dan rumah yang cukup jauh membuat waktunya bersama keluarga terbatas. “Paling tidak saya memanfaatkan waktu di akhir pekan. Terpenting itu kualitas bukan kuantitasnya,” katanya.

Ia sebisa mungkin mengajak kedua anaknya untuk berlibur menikmati alam. Hal ini sekaligus menjadi cara Leonard menanamkan kecintaan terhadap lingkungan terhadap mereka, selain menerapkan kebiasaan sehari-hari seperti membuang sampah pada tempat dan sesuai jenisnya, menguragi pemakaian plastik dan kertas, dan juga hemat energi.

“Saya memberikan pendidikan lingkungan kepada mereka supaya bisa menghargai lingkungan yang mereka punya dan lihat sekarang agar nantinya mereka bisa jaga untuk masa depan mereka dan anak cucu mereka juga,” katanya berharap.

Penulis: AT/39

leonard

Top