Belantara Foundation Dorong Perusahaan Kertas Pulihkan Hutan

Reading time: 3 menit
Belantara Foundation dan Asia Pulp dan Paper Japan mendorong perusahaan kertas untuk memulihkan hutan. Foto: Belantara Foundation
Belantara Foundation dan Asia Pulp dan Paper Japan mendorong perusahaan kertas untuk memulihkan hutan. Foto: Belantara Foundation

Jakarta (Greeners) – Belantara Foundation bersama perusahaan manufaktur kertas Asia Pulp and Paper Japan Ltd. (APPJ) memamerkan capaiannya soal restorasi ekosistem hutan. Hal itu sekaligus menyosialisasikan serta mempromosikan program “Forest Restoration Project: SDGs Together” kepada dunia internasional di Pameran SDGs Week 2023 – EcoPro Jepang, pada 6-8 Desember 2023.

Forest Restoration Project: SDGs Together merupakan program yang berjalan melalui donasi sebagian hasil penjualan produk buatan produsen kertas Indonesia. Pada proyek ini, APP (termasuk beberapa produk pabrik APP China) bersama Belantara Foundation melakukan proyek penanaman dan pemeliharaan bibit pohon.

Pohon tersebut spesies asli dan langka yang perlu dilestarikan di hutan Sumatra. Sebab, hutan tersebut telah terdegradasi akibat aktivitas ilegal dan kebakaran hutan. Program donasi ini telah berjalan sejak Agustus 2020.

BACA JUGA: Dove Lakukan Restorasi Hutan Seluas 200.000 Hektar

Lewat pameran ini, NGO tersebut mengajak mitra-mitra APPJ mendukung upaya pemulihan hutan tropis, terutama yang telah terdegradasi di Indonesia. Misalnya, Provinsi Riau menjadi lokasi kerja sama pemulihan hutan antara Belantara Foundation dengan mitra-mitra APPJ di Jepang.

“Restorasi ekosistem juga perlu memerhatikan dimensi sosial-ekonomi masyarakat. Tidak hanya mengembalikan fungsi ekologis, melainkan juga mengembalikan fungsi hutan sebagai sumber mata pencaharian berkelanjutan bagi masyarakat. Dengan tata kelola yang tepat, restorasi ekosistem dapat mendukung pemulihan fungsi hutan sebagai penyedia manfaat lingkungan, sosial, dan ekonomi,” kata Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dolly Priatna melalui keterangan tertulis.

Belantara Foundation dan Asia Pulp dan Paper Japan mendorong perusahaan kertas untuk memulihkan hutan. Foto: Belantara Foundation

Belantara Foundation dan Asia Pulp dan Paper Japan mendorong perusahaan kertas untuk memulihkan hutan. Foto: Belantara Foundation

Belantara Foundation Kenalkan Manfaat Restorasi Hutan

Dalam pameran SDGs Week 2023–EcoPro, NGO tersebut juga mengenalkan manfaat restorasi hutan. Pemaparan tersebut mengenai pemulihan hutan tropis. Khususnya, dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim kepada siswa Sakado High School University of Tsukuba Jepang.

Tidak hanya itu, Dolly juga memberikan sertifikat tanda apresiasi kepada seluruh perusahaan di Jepang. Sejumlah perusahaan tersebut telah berkontribusi dan mendukung program “Forest Restoration Project: SDGs Together”, yang berlokasi di Tahura Sultan Syarif Hasyim, Riau.

Belantara Foundation dan Asia Pulp dan Paper Japan mendorong perusahaan kertas untuk memulihkan hutan. Foto: Belantara Foundation

Belantara Foundation dan Asia Pulp dan Paper Japan mendorong perusahaan kertas untuk memulihkan hutan. Foto: Belantara Foundation

Gandeng Multipihak untuk Restorasi Hutan

Sementara itu, dalam menggagas program “Forest Restorationn Project: SDGs Together” di Riau, Belantara Foundation menggandeng multipihak. Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Minas Tahura dan Kelompok Tani Hutan (KTH) Tahura Sultan Syarif Hasyim ikut terlibat dalam proyek restorasi hutan ini.

BACA JUGA: Proyek Restorasi Ekosistem Indonesia Tampil di Jepang

Proyek tersebut telah mereka lakukan di Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim (Tahura SSH). Tepatnya di wilayah Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu (GSK-BB), Riau. GSK-BB merupakan cagar biosfer yang ditetapkan oleh UNESCO pada 2009 lalu. Wilayah GSK-BB salah satu hutan gambut tropis terbesar di Sumatra. Bahkan, memiliki peran penting dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Program tersebut berfokus pada penanaman dan perawatan pohon, serta perlindungan kawasan secara lestari dan berkelanjutan. Saat ini, Forest Restoration Project: SDGs Together telah berjalan selama tiga tahun. Dalam tiga tahun terakhir, telah dilakukan penanaman dan perawatan bibit pohon langka yang perlu dilestarikan seluas 69 Hektare (Ha).

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

Top