BRIN Temukan Enam Begonia Jenis Baru dan Endemik dari Sumatra

Reading time: 2 menit
Begonia dari Sumatra ini BRIN catat sebagai jenis baru dan endemik. Foto: BRIN

Jakarta (Greeners) – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil menemukan enam Begonia jenis baru dari Sumatra. Pulau Sumatra memiliki keragaman jenis Begonia yang tinggi. Terdapat lebih dari 70 jenis Begonia dan lebih dari 20 jenis baru Begonia sudah peneliti temukan dan terbit di jurnal-jurnal internasional.

Bersama timnya, Peneliti Pusat Riset dan Biologi BRIN Deden Firmansyah berhasil mendeskripsikan sebanyak enam jenis Begonia dari Sumatra tersebut. Temuan Begonia tersebut masuk dalam seksi Jackia dengan ciri khas tumbuhannya yang menjalar.

Begonia, sambung dia hingga saat ini memang sudah dibudidayakan. Namun, masih banyak pula jenis Begonia yang masih hidup liar di alam bebas. Sebanyak lebih dari 2.000 jenis Begonia tersebar di kawasan tropik dan subtropik kecuali kawasan tropik Australia.

Menurutnya, hampir di seluruh wilayah Indonesia sebagai salah satu kawasan tropis sangat berpotensi sebagai habitat Begonia liar. “Jenis-jenis Begonia liar di Indonesia, pada umumnya ditemukan di dataran tinggi dan pada batuan karst. Hanya beberapa jenis di dataran rendah,” katanya dalam keterangan resmi BRIN di Jakarta, Kamis (19/1).

Begonia Tanaman Hias dan Sekaligus Tanaman Obat

Begonia merupakan salah satu jenis tumbuhan berguna. Pemanfaatannya antara lain sebagai tanaman hias dan tanaman obat. Sebagai tanaman hias, Begonia sudah melalui proses budi daya. Begonia melalui proses ini dapat beradaptasi dengan baik pada lingkungan yang baru.

Enam jenis Begonia tersebut adalah Begonia araneumoides, Begonia batuphila, Begonia panjangfolia, Begonia hijauvenea, Begonia perunggufolia dan Begonia mursalaensis. Seluruh jenis baru tersebut berpotensi sebagai tanaman hias.

Selain itu, jenis-jenis Begonia yang menjadi tanaman hias sudah banyak yang dikawin silangkan, sehingga menghasilkan kultivar yang cantik dan menarik. Terutama pada pola warna dan bentuk daunnya yang unik.

Kepala Pusat Riset Biologi BRIN Anang mengatakan, penemuan tersebut dapat menambah daftar kekayaan hayati Indonesia dan mengokohkan posisi Indonesia sebagai negara peringkat pertama megabiodiversitas di dunia.

Begonia Sumatra yang Menarik dan Endemik

Dalam penjelasannya, pesona Begonia jenis baru yang tim BRIN temukan di Sumatra memiliki keelokan dan ciri khas tersendiri. Deskripsi Begonia araneumoides sangat terlihat dari corak warna daun perpaduan dengan pertulangan daun menjadi berwarna putih.

Jenis lain, yakni Begonia batuphila tumbuh di dinding bebatuan yang tegak, dengan akar-akar tumbuhan menempel pada dinding bebatuan. Begonia ini memiliki variasi pada warna daun yaitu hijau sampai kecoklatan dengan tulang daun hijau muda. Jenis ini juga merupakan jenis endemik Sumatra.

Kemudian Begonia panjangfolia merupakan jenis Begonia seksi Jackia yang memiliki bentuk daun agak berbeda dengan jenis lainnya. Jika pada seksi Jackia biasanya berbentuk bulat telur dan membulat, bentuk daun jenis ini justru memanjang. Bunga jantan berwarna putih, bertenda bunga empat buah berwarna putih. Jenis ini juga endemik Sumatra.

Selanjutnya yaitu Begonia hijauvenea. Corak warna daun jenis ini sangat mencolok dengan warna kecoklatan serta peruratan daun berwarna hijau. Nama hijauvenea diambil dari warna urat-urat daun yang berwarna hijau, baik urat daun primer maupun sekunder. Daun berbentuk bulat telur dengan pangkal daun tumpang tindih. Pinggir daun berlobus dalam di bagian atas daunnya. Tangkai daun berbulu putih panjang.

Ada pula Begonia perunggufolia merupakan jenis Begonia yang memiliki warna daun seperti warna perunggu dengan urat daun hijau kekuningan. Nama jenis ini dari warna daun yang seperti perunggu.

Terakhir yaitu Begonia mursalaensis dan jenis endemik dari pulau Mursala, Sumatra. Jenis ini merupakan Begonia dari pulau Mursala pada sebuah ekspedisi yang Kebun Raya Bogor lakukan. Sekilas, Begonia mursalaensis mirip dengan jenis di daratan Sumatra tapi ia memiliki ciri khas pada tangkai daun bagian atas dengan bulu-bulu merah yang tegak dan kaku.

Penulis : Ramadani Wahyu

Top

You cannot copy content of this page