Gerakan Sapu Sungai Pasuruan Kumpulkan 40 Ton Sampah Sungai

Reading time: 2 menit
gerakan sapu sungai
Foto: greeners.co/Muhajir Arifin

Pasuruan (Greeners) – Sebanyak 500 relawan dari 22 komunitas terjun ke sejumlah sungai di Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, untuk membersihkan sampah. Gerakan Sapu Sungai ini untuk menggugah kesadaran warga agar semakin peduli kebersihan lingkungan.

Kegiatan ini melibatkan ratusan relawan dari Forum Komunitas Masyarakat Peduli Sungai Kabupaten Pasuruan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan serta para pelajar. Mereka membersihkan sampah di dua sungai yang melintas di jalur Surabaya – Malang, yakni Sungai Surak dan Sungai Juri.

Dengan tangan dan alat seadanya para relawan membersihkan sampah mulai pagi hingga siang hari. Sampah yang sebagian besar sampah rumah tangga tersebut dimasukkan ke dalam kantong-kantong yang sudah disiapkan kemudian diangkut dengan truk dan pikap ke tempat pembuangan akhir (TPA).

“Kondisi sungai yang sebagian besar masih kering memudahkan para relawan membersihkan sampah. Sebanyak 40 ton sampah berhasil dikumpulkan,” kata salah seorang penggagas kegiatan, Sugiarto, di lokasi, Minggu (01/10/2017).

gerakan sapu sungai

Foto: greeners.co/Muhajir Arifin

Pegiat lingkungan yang juga peraih Kalpataru atas jasanya menjaga mata air di kawasan Purwodadi dan Purwosari, Kabupaten Pasuruan ini mengungkapkan, selain mencegah banjir, gerakan tersebut merupakan gerakan moral untuk mengajak warga lebih peduli pada sungai.

“Gerakan ini merupakan gerakan moral, menggugah kesadaran dan peran masyarakat akan pentingnya menjaga sungai. Sampah yang ada di sungai sebagian besar sampah rumah tangga,” tandasnya.

Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Bakti Jati Permana, mengungkapkan Sungai Surak dan Sungai Juri dipilih karena kondisinya sangat memprihatinkan, penuh sampah. Sebagian besar sampah di sungai ini sampah rumah tangga seperti kantong dan botol plastik, selain sampah ranting pepohonan.

“Musim hujan tahun lalu, akibat banyaknya sampah, sungai ini meluap dan menyebabkan banjir hingga menutup jalur Surabaya – Malang dan merusak beberapa rumah warga. Banjir tahun lalu akibat luapan Sungai Surak dan Juri, baru pertama kali terjadi,” terangnya.

Menurut Bakti, setelah Sungai Juri dan Surak, Gerakan Sapu Sungai dilanjutkan di wilayah komunitas masing-masing, selama 5 hari. Komunitas yang terlibat dalam gerakan ini mencapai 22 komunitas berasal dari ujung barat hingga timur Pasuruan.

“Kegiatan ini dilakukan selama lima hari. Setelah dari Purwosari, dilanjutkan ke sungai-sungai lainnya,” pungkas Bakti.

Penulis: MA/G12

Top
You cannot copy content of this page