Hilo Green Community Tanam Koral dan Mangrove untuk Selamatkan Pesisir

Reading time: 2 menit
Hilo Green Community menggelar aksi adopsi dan penanaman seribu koral dan mangrove di pesisir Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta pada 18-19 April 2015. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Jakarta (Greeners) – Setelah sebelumnya sukses menyelenggarakan ”Greenpreneurship Sharing” pada kegiatan Weekend Seru Bareng Hilo di Taman Suropati, Jakarta kini Hilo Green Community (HGC) menggelar “Hi-Ocean for Life: Clean Up The Beach, Sea Coral and Mangrove Planting” guna menyelamatkan wilayah pesisir di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta.

Regent, Ketua Hilo Green Community Jakarta, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan di Pulau Pramuka tersebut dimulai dari adopsi dan penanaman 1.000 koral dan 1.000 mangrove oleh komite HGC Jakarta. Selain itu, lanjutnya, setengah dari hasil penjualan koral dan mangrove tersebut akan didonasikan ke Panti Asuhan Putra Setia yang berlokasi di Jakarta Pusat.

“Tahun ini rangkaian acara kita ada kegiatan sosialnya dan kami ingin ini tidak berhenti sampai di sini atau hanya kegiatan jangka pendek saja. Tahun depan kami akan datang lagi dan memantau apa yang telah kami tanam,” katanya kepada Greeners di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta, Sabtu (18/04).

Dalam kegiatan ini, koral jenis acropora coral dipilih karena lebih mudah untuk ditanam dan kuat di dalam laut. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Dalam kegiatan ini, koral jenis acropora coral dipilih karena lebih mudah untuk ditanam dan kuat di dalam laut. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Sabihis, Ketua Areal Perlindungan Laut dan Pondok Karang kelurahan Pulau Panggang, termasuk juga dengan Pulau Pramuka, menyatakan, kegiatan penanaman koral dan mangrove seperti yang dilakukan oleh HGC sangat membantu untuk mencegah pengikisan tanah oleh air laut di Pulau Pramuka.

Sabihis menjelaskan bahwa setiap tahunnya pasti akan ada mangrove yang mati atau terlepas akibat gelombang air laut yang tinggi. Oleh sebab itu, metode penanamannya pun dibuat secara brumbun atau merapat dari satu mangrove ke mangrove lainnya.

“Untuk jenis mangrovenya kita menggunakan jenis Stilus yang cocok ditanam di Pulau Pramuka karena jenisnya yang kokoh terhadap terpaan ombak kecil,” terangnya.

Untuk koral yang akan ditanam di dasar laut, lanjut Sabihis, akan menggunakan jenis acropora coral atau koral bercabang dengan metode rak yang tingginya 50 sentimeter. “Koral jenis ini mudah untuk ditanam dan kuat di dalam laut,” tandasnya.

Tim Hilo Green Community. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Tim Hilo Green Community. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Sebagai informasi, kegiatan “Hi-Ocean for Life: Clean Up The Beach, Sea Coral and Mangrove Planting” berlangsung pada tanggal 18-19 April 2015 di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta. Hilo Green Community Jakarta sendiri adalah komunitas lingkungan yang memfokuskan diri pada edukasi dan jaringan dengan sesama komunitas yang peduli lingkungan.

Meski baru berusia dua tahun, namun berbagai aktifitas lingkungan telah banyak dilakukan oleh komunitas yang memiliki slogan “We Are Green Booster” ini. Seperti aksi #kumpulkanskripsimu untuk mengumpulkan kertas bekas dan dijual untuk penanaman 1.000 pohon hingga turut berpartisipasi dalam gerakan Indonesia Bebas Sampah.

Penulis: Danny Kosasih

Top
You cannot copy content of this page