Jatinangor Tanpa Plastik; Gunakan Plastik Secara Bijak

Reading time: 1 menit

Bandung (Greeners) – Plastik merupakan salah satu komponen yang tak bisa lepas dari kehidupan manusia sehari-hari. Pemanfaatan plastik digunakan dalam penggunaan komersial. Namun, dengan semakin besarnya akan ketergantungan terhadap plastik, memunculkan berbagai masalah. Mulai dari pencemaran hingga kerusakan lingkungan.

“Edukasi bahaya plastik sangatlah penting untuk dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan di Indonesia,” ujar Nita Sofiani, Miss Earth Indonesia 2013 yang ditemui usai berdiskusi di Jatinangor Tanpa Plastik: Inspiring Session & Creative Workshop di Bale Santika, Universitas Padjadjaran, Bandung, Kamis (05/06), malam.

Meski begitu, Nita mengatakan, “Hal yang terpenting adalah bagaimana kita mengedukasikan cara penggunaan plastik secara bijak dan benar pada orang terdekat di sekitar kita, terutama pada anak-anak,” ucapnya.

Kegiatan berwawasan lingkungan ini digagas oleh mahasiswa Humas A 2011 dari Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran, bekerja sama dengan komunitas Indonesia Diet Kantong Plastik dan Badan Pengelola Lingkungan Hidup Jawa Barat.

“Satu Plastik Seribu Tahun” menjadi tema Japlas tahun ini. Tema ini dibuat untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang dilaksanakan tepat pada saat acara ini berlangsung. Sebelumnya, berbagai rangkaian acara yang mencakup Long March, Propaganda Bom Plastik, Japlas Photo Competition, dan Japlas Rush sudah berlangsung sejak bulan April lalu.

Selain itu ada pula talkshow, pantomim, Trashion Show, tari saman, dan Plastic Percussion turut meramaikan acara yang berlangsung sejak pukul 13.00 hingga 19.00 WIB. Mayoritas peserta merupakan mahasiswa dari berbagai universitas di Bandung dan sekitarnya, seperti UNPAD, IPDN, ITB, dan IKOPIN. Dalam acara ini, peserta mendapatkan workshop “Kreatif Tanpa Plastik” oleh Prapti Wahyuningsih dari Sekolah Hijau Lestari.

“Mulai dari kita sendiri, harus ada kemauan yang kuat untuk berperilaku bijak terhadap plastik, munculkan rasa terpaksa apabila kita menggunakannya,” pungkas Nita.

(G32)

Komentar ditutup.

Top