Ratusan Pengendara Skuter Sumbang Pohon di “Riding Tebus Dosa Emisi”

Reading time: 2 menit
tebus dosa emisi
Dari kiri ke kanan: Influencer komunitas Vespa Danang "Koang", Direktur Pengendalian Pencemaran Udara KLHK Dasrul Chaniago, Executive Manager Yayasan Kebun Raya Indonesia Evy Rosriani, Kepala UPT Laboratorium Lingkungan Hidup Daerah Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Diah Ratna Ambarwati, dan Promotion Head Jakarta Custom Culture 2017 Dudy P Zarius. Foto: greeners.co/Renty Hutahaean

Jakarta (Greeners) – Pagi tadi, ratusan pengendara skuter Vespa melakukan iring-iringan mulai dari Kemang hingga JIExpo Kemayoran, Jakarta. Mereka nampak antusias mengikuti acara “Riding Tebus Dosa Emisi x Aku Jaga Bhumi” yang merupakan bagian dari acara Jakarta Custom Culture 2017. Acara kemudian dibuka dengan penyerahan secara simbolis bibit pohon buah dari pihak panitia acara RTDE kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

“Sebanyak 500 bibit pohon akan kami serahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Ini sebagai bentuk penebusan dosa emisi yang disebabkan kendaraan kita, maka bentuk kepedulian teman-teman pengendara Vespa menyerahkan bibit tanaman ini,” ujar Dudy P Zarius, Promotion Head Jakarta Custom Culture 2017 saat ditemui di lokasi acara, Sabtu (21/10).

Di temui di lokasi yang sama, Direktur Pengendalian Pencemaran Udara KLHK Dasrul Chaniago mengaku mendukung acara ini. Menurutnya, acara ini menunjukan kalau para pengendara motor mulai sadar tentang pencemaran, khususnya pencemaran udara. Ia pun mengapresiasi upaya “penebusan dosa” emisi kendaraan dengan penanaman bibit pohon. “Menanam pohon di Jakarta akan menyimpan air, membuat teduh, menghasilkan oksigen dan menyerap CO2,” katanya.

Terkait pencemaran udara, Dasrul menjelaskan bahwa wilayah Jakarta telah mengalami peningkatan jumlah Hari Sehat dalam satu tahun. Tahun 2014 Hari Sehat sebanyak 34 hari, kemudian tahun 2015 Hari Sehat menjadi sekitar 70 hari, dan pada tahun 2016 Hari Sehat mencapai 135 hari. “Lonjakannya lumayan, mencapai dua-tiga kali lipat. Tapi, rata-rata secara keseluruhan kondisi udara Jakarta dalam status “Sedang” dengan indeks 50-100. Kualitas ozon kita juga menurun,” imbuhnya.

Kondisi ini, lanjutnya, dipengaruhi juga oleh jumlah kendaraan bermotor. Menurutnya, kendaraan bermotor berkontribusi hingga 70 persen terhadap kualitas udara di perkotaan. “Motor itu kelihatannya kecil tapi konsumsi bahan bakarnya di banding mobil bisa 60 persen, mobil hanya 40 persen,” ujarnya.

Oleh karena itu, Dasrul mengimbau agar pemilik kendaraan bermotor maupun penggemar otomotif agar merawat kendaraan mereka dengan sebaik-baiknya. Dengan demikian, diharapkan emisi gas buang kendaraan dapat dikurangi.

“Emisi bisa dikurangi dengan menggunakan bahan bakar yang bagus, teknologi yang bagus, dan perawatan yang bagus,” kata Dasrul.

Kepala UPT Laboratorium Lingkungan Hidup Daerah Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Diah Ratna Ambarwati juga sependapat dengan Dasrul. Perempuan yang akrab disapa Ambar ini menambahkan, untuk mengantisipasi memburuknya kualitas udara akibat emisi gas buang kendaraan bermotor, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta berencana untuk mewajibkan uji emisi bagi kendaraan bermotor, termasuk kendaraan roda dua.

“Memang sekarang baru digalakkan untuk kendaraan roda 4, tapi kedepannya akan diadakan untuk roda 2. Nantinya diharapkan uji emisi bisa dilakukan di bengkel-bengkel yang ada tanda uji emisi. Rencananya uji emisi roda 2 dilakukan 1-2 tahun sekali. Mungkin ini akan dilakukan tahun depan. Untuk saat ini masih fokus ke kendaraan roda 4,” katanya.

Lebih lanjut Ambar mengatakan bahwa regulasi ini nantinya bisa dikaitkan dengan pengurusan pajak pada Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). “Kalau misalnya kendaraan itu melebihi emisi, akan agak sulit memperpanjang STNK. Ini salah satu upaya untuk menjaga lingkungan karena motor di Jakarta jumlahnya 2-3 kali jumlah kendaraan roda 4,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Jakarta Custom Culture (JCC) merupakan kegiatan komunitas tahunan yang diprakarsai oleh Jakarta Hotrod & Classic Community. JCC merupakan sebuah acara yang mengusung custom culture lifestyle (gaya hidup budaya modifikasi) mulai dari otomotif, seni hingga fesyen dan melibatkan puluhan komunitas mobil dan motor. Tahun ini, JCC 2017 mengusung tema “Old School vs New School” dan diselenggarakan pada tanggal 21 hingga 22 Oktober 2017 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Jakarta Custom Culture “Riding Tebus Dosa Emisi” didukung oleh Gerakan Jaga Bhumi. Acara ini berkomitmen untuk menyumbangkan satu bibit pohon untuk setiap satu pengendara skuter yang mengikuti “Riding Tebus Dosa Emisi x Jaga Bhumi”.

Penulis: Renty Hutahaean

Top
You cannot copy content of this page