Antisipasi genangan, Yogya bangun 400 sumur resapan

Reading time: 1 menit

Yogyakarta (Greenersmagz) – Mengantisipasi genangan air di musim penghujan, Pemerintah Kota Yogyakarta lewat Badan Lingkungan Hidup (BLH) siap bangun 400 sumur resapan.

Jumlah sumur resapan akan dibangun menyebar di wilayah kota dengan target terpenuhi pada akhir tahun 2012. menurut Kepala BLH Kota Yogyakarta, Eko Suryo Maharsono, pembuatan sumur resapan segera dilakukan sesuai usulan warga.

“Pembangunan diharapkan sesuai kebutuhan masyarakat dan dibangun di wilayah yang membutuhkan,” jelasnya kepada media, Minggu (11/11). Dengan catatan, pengerjaan dilakukan terbatas dalam waktu singkat sekitar satu setengah bulan dari pekan ini.

Meski pembangunan ditarget dengan waktu singkat, BLH Yogyakarta yakin jumlah sumur resapan akan terbangun sesuai target 400 sumur. Sumur resapan diharapkan menyebar hingga wilayah-wilayah kelurahan dan lokasi yang rawan genangan air hujan.

Terpisah, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Yogyakarta menyatakan, beberapa sumur resapan yang sudah dibangun di beberapa kecamatan tidak difungsikan optimal. Menurut Direktur Eksekutif Walhi Yogyakarta, Suparlan, pembuatan sumur resapan adalah program positif.

“Perlu kontrol dan pengelolaan yang baik supaya tidak mubazir,” jelasnya Senin (12/11). Suparlan menambahkan, sumur-sumur resapan sudah dibangun di tempat yang semestinya. Hanya, dalam pelaksanaannya tidak dikelola dengan baik dan banyak tertutup sampah.

Melihat kondisi tersebut, dia berharap supaya Pemerintah Kota menyusun peraturan yang jelas terkait penyelenggaraan sumur resapan. Dengan aturan yang jelas, masyarakat bisa mengupayakan pengelolaan dan pemanfaatan sumur resapan sesuai fungsinya.

Sementara, Sekretaris Komisi C DPRD Kota Yogyakarta, Suwarto, menegaskan, pembuatan sumur resapan perlu difokuskan di daerah rawan genangan seperti bantaran sungai. “Pelaksanaan pekerjaan sebaiknya berbasis kelurahan supaya sasaran lebih optimal,” tegasnya.

Diketahui, dana pembuatan sumur resapan sekitar Rp 1 miliar. Dana berasal dari Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2012 Kota Yogyakarta. Melalui APBD Perubahan 2012, BLH Kota Yogyakarta memperoleh tambahan dana sekitar Rp 6 miliar untuk berbagai kebutuhan seperti pembuatan sumur resapan, saluran air hujan, tamanisasi, dan program kali bersih. (G-18)

Top