Dua Sungai Meluap di Palangkaraya, Ribuan Jiwa Terdampak

Reading time: 2 menit
Dua sungai meluap di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, menyebabkan ribuan warga terdampak. Foto: BNPB
Dua sungai meluap di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, menyebabkan ribuan warga terdampak. Foto: BNPB

Jakarta (Greeners) – Dua sungai meluap di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Kedua sungai tersebut adalah Sungai Rungan dan Sungai Kahayan. Sebanyak 5.773 jiwa atau 2.470 kepala keluarga (KK) telah terdampak banjir hingga Senin, (11/3).

Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangkaraya, Hendrikus Satriya Budi mengatakan 18 kelurahan yang tersebar di empat kecamatan terdampak banjir akibat meluapnya air sungai. Bahkan, dari sebagian besar warga ada yang mengungsi karena rumahnya terendam.

“Berdasarkan laporan dari para lurah, ada 1.181 rumah warga yang tergenang dan air masuk sampai ke lantai rumah,” ungkap Hendrikus lewat keterangan tertulis, Selasa (12/3).

Saat ini, BPBD sudah mendirikan posko pengungsian di Kelurahan Langkai dan Kelurahan Palangka. Posko ini untuk menampung sementara bagi warga yang rumahnya terendam banjir.

“Pemerintah Kota Palangkaraya dan BPBD terus memberikan bantuan kepada warga terkena dampak banjir yang dipastikan terus meluas,” imbuhnya.

Dua sungai meluap di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, menyebabkan ribuan warga terdampak. Foto: Humas Kota Palangka Raya

Dua sungai meluap di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, menyebabkan ribuan warga terdampak. Foto: Humas Kota Palangkaraya

Pj Wali Kota Palangkaraya Tinjau Lokasi Banjir

Pj Wali Kota Palangkaraya, Hera Nugrahayu juga telah menginstruksikan dinas terkait untuk merespons cepat penanganan dan kebutuhan warga terdampak banjir di sejumlah lokasi di kota setempat. Ia meninjau langsung lokasi banjir di Jalan Danau Rangas dan Petuk Katimpun Kota Palangkaraya yang saat ini terdampak banjir.

“Beberapa waktu lalu saya meninjau kawasan dan warga terdampak banjir di Jalan Danau Rangas dan Petuk Katimpun, sekaligus menyerahkan bantuan secara simbolis bagi warga terdampak banjir,” terangnya.

Dari hasil pantauan banjir di Jalan Danau Rangas dan Petuk Ketimpun, sebanyak 250 rumah terdampak banjir. Menurutnya, daerah tersebut memerlukan respons penanganan yang cepat, termasuk kebutuhan pokok bagi warga.

Hera menambahkan, Pemerintah Kota Palangkaraya telah mengoptimalkan upaya penanganan bagi warga yang terdampak banjir. Di antaranya menyiapkan lokasi evakuasi untuk tempat tinggal, logistik atau pangan, dan juga layanan kesehatan.

“Jadi, posko pengungsian ini kami utamakan bagi warga terdampak banjir yang kami evakuasi. Kami siapkan penampungan, bahan-bahan logistik, makanan, dan obat-obatan serta keperluan lainnya,” ujarnya.

70 Personel Memantau Kondisi Genangan

Personel BPBD setempat pun tetap siaga untuk mengantisipasi dampak buruk akibat limpahan debit air sungai setempat. Lebih dari 70 personel dari beberapa institusi terlibat untuk memantau kondisi genangan.

Para personel terdiri dari beberapa anggota dari BPBD, Polri, TNI, relawan, kelurahan, dan kecamatan setempat. Mereka bakal memantau tinggi muka air pada aliran Sungai Rungan dan Sungai Kahayan.

Berdasarkan informasi Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kota Palangkaraya, perlu kewaspadaan terhadap potensi naiknya debit air di pemukiman sekitar bantaran di tiga sungai. Di antaranya Sungai Kahayan, Sungai Sabangau, dan Sungai Rungan.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

Top