Tekan Kasus DBD, Pemerintah Dorong Pemanfaatan Wolbachia

Reading time: 2 menit
Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan bakteri Wolbachia menjadi temuan baru untuk memberantas nyamuk Aedes aygepti. Foto: Kemenko PMK
Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan bakteri Wolbachia menjadi temuan baru untuk memberantas nyamuk Aedes aygepti. Foto: Kemenko PMK

Jakarta (Greeners) – Bakteri Wolbachia menjadi temuan baru untuk memberantas nyamuk Aedes aygepti, penyebab kasus demam berdarah dangue (DBD). Pemerintah pun mengapresiasi dan mendorong pemanfaatan bakteri tersebut oleh tim peneliti.

Wolbachia merupakan bakteri alami yang ada pada berbagai jenis serangga. Melalui riset ilmiah oleh para peneliti World Mosquito Program (WMP), bakteri Wolbachia disuntikkan ke nyamuk Aedes aygepti. Bakteri tersebut mampu mencegah replikasi virus dengue yang menjadi sumber penyakit DBD.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengapresiasi seluruh jajaran tim peneliti pemanfaatan nyamuk yang memiliki bakteri Wolbachia. Sebab, mereka telah berupaya keras selama 12 tahun  melakukan uji coba saintifik hingga empat fase yang mengambil lokus di Yogyakarta.

BACA JUGA: BPPT Kembangkan Kit Diagnostik Demam Berdarah Dengue

“Saya kira, kita perlu terus menggencarkan informasi dari sisi keamanan dan melakukan filtering. Khususnya, terhadap isu-isu yang kontraproduktif terhadap upaya menangani masalah penyakit yang cukup memakan korban di Indonesia,” ujar Muhadjir dalam siaran pers.

Muhadjir juga mendukung penuh implementasi pemanfaatan bakteri baik ini. Selain itu, penyebarluasan informasi juga perlu dilakukan sehingga masyarakat dapat percaya dengan hasil kajian ilmiah.

Muhadjir meminta perwakilan dari berbagai provinsi yang hadir secara daring untuk dapat membantu mensosialisasikan informasi. Terutama mengenai manfaat baik bakteri Wolbachia kepada masyarakat. Ia juga menyampaikan Kemenko PMK terbuka untuk menerima permohonan bantuan apabila pemerintah daerah memerlukan koordinasi teknis.

Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan bakteri Wolbachia menjadi temuan baru untuk memberantas nyamuk Aedes aygepti. Foto: Kemenko PMK

Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan bakteri Wolbachia menjadi temuan baru untuk memberantas nyamuk Aedes aygepti. Foto: Kemenko PMK

Bakteri Wolbachia Terbukti Aman

Sementara itu, Guru Besar sekaligus Peneliti Pusat Kedokteran Tropis Universitas Gadjah Mada Adi Utarini mengatakan, bakteri Wolbachia terbukti aman. Sebab, sudah ada penelitian selama 12 tahun di Yogyakarta. Bakteri tersebut aman untuk manusia. Selain itu, bakteri Wolbachia juga mampu mengurangi replikasi virus dangue di dalam tubuh nyamuk Aedes aegypti.

“Riset 12 tahun teknologi nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia di Yogyakarta menghasilkan penurunan 77 persen kejadian dengue dan 86 persen rawat inap di rumah sakit akibat dangue,” ucap Utarini.

Terdapat Risiko Pelepasan Nyamuk

Guru Besar IPB University Damayanti Buchori mengungkapkan hasil kajian analisis risiko terhadap pelepasan nyamuk Aedes aegypti yang mengandung Wolbachia. Menurut dia, kemungkinan terdapat dampak buruk pada ekologi.

BACA JUGA: Dinas Kesehatan DKI Jakarta Minta Warga Waspadai DBD

Selain itu, ada juga kemungkinan muncul dampak buruk bagi standar kesehatan, efektivitas kontrol populasi nyamuk, serta sosial ekonomi masyarakat dapat diabaikan. Namun demikian, menurut Damayanti, monitoring dan evaluasi dapat menghindari risiko yang akan muncul.

“Pengawasan ini penting sehingga dapat mendeteksi dan tanggap terhadap risiko apa pun yang muncul atau jika ada di kemudian hari. Memastikan regulasi lokal juga perlu dilakukan karena berkaitan dengan keamanan hayati di masing-masing wilayah,” ucap Damayanti.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

Top