Emisi Kebakaran Riau Bakal Dihitung

Reading time: 2 menit

Jakarta (Greeners) – Kebakaran hutan dan lahan di Riau beberapa waktu yang lalu, tidak hanya merugikan secara materiil dan kesehatan, tetapi juga menimbulkan emisi gas rumah kaca (GRK). Untuk mengetahui seberapa banyak emisi yang ditimbulkan, pemerintah berencana menghitung emisi GRK dari kebakaran tersebut.

Dengan difasilitasi oleh Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI),  stakeholder terkait kebakaran seperti dari kementerian dan lembaga terkait, bakal mengukur emisi gas-gas rumah kaca (GRK) yang timbul akibat kebakaran hutan dan lahan di Riau beberapa waktu yang lalu.

“Kita ingin menggunakan peringatan dari Tuhan lewat kebakaran Riau sebagai upaya kembali menyelesaikan beberapa tugas yang berkaitan dengan perhitungan, ristek dan ilmu pengetahuan. Dengan adanya kebakaran kecil kemarin, kita berkumpul kembali menjadikan networking ini sebagai basis untuk ada kemajuan dalam penguasaan Indonesia dalam pengukuran emisi GRK untuk bisa lebih maju dalam menyampaikan berapa emisi yang keluar di kebakaran kemarin,” kata Kepala Sekretariat DNPI Agus Purnomo dalam rapat koordinasi membahas kebakaran Riau di Kantor DNPI, di Jakarta, Jumat (12/7).

Pada kebakaran yang pernah terjadi kurun waktu 2007 – 2008, Agus Purnomo yang lebih akrab dipanggil Pungki tersebut pernah melakukan usaha perhitungan emisi GRK dengan melibatkan pakar dari berbagai negara. “Butuh satu tahun dan biaya tak sedikit dengan hasil yang tentatif,” katanya.

Pungki yang menjabat Staf Khusus Presiden Bidang Perubahan Iklim tersebut mengatakan saat ini mestinya pemerintah bisa menghitung emisi GRK sendiri karena banyak kementerian dan lembaga yang mampu melakukannya. “Mestinya kita bisa melakukan perhitungan emisi. Dan lebih baik kita yang menghitung emisi tersebut,” katanya.

Rapat Koordinasi diadakan untuk memperbarui informasi yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan gambut yang sekarang terjadi di Sumatera dan Kalimantan, dan untuk menentukan langkah-langkah yang perlu diambil terkait dengan kebakaran hutan dan lahan gambut.

Hasil yang diharapkan dari rapat koordinasi ini adalah untuk memiliki kesepakatan antara kementerian dan lembaga untuk menangani dan mencegah kebakaran hutan dan lahan gambut.

Agus mengatakan laporan hasil perhitungan emisi GRK kebakaran Riau tersebut, akan dilaporkan DNPI kepada Presiden. (G03)

Top
You cannot copy content of this page