Burung Papua Jadi Satwa Paling Diincar Pemburu

Reading time: 1 menit
papua
Ilustrasi: pixabay.com

Jakarta (Greeners) – Kasus perdagangan satwa liar dilindungi semakin mengkhawatirkan. Untuk jenis satwa yang paling diincar oleh pemburu, dikatakan oleh Direktur Jendral Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Rasio Ridho Sani adalah jenis burung, harimau, trenggiling dan gajah.

Sebagai contoh kasus yang paling baru, kata pria yang akrab disapa Roy ini, adalah kasus penyitaan 68 ekor burung langka milik salah seorang anggota TNI Angkatan Laut berinisial HP oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Papua dan Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat (SPORC) pada Senin (01/08) malam.

BACA JUGA: KLHK Amankan 22 Jenis Barang Bukti Satwa Langka Dilindungi Siap Dijual

“Burung eksotis Papua itu banyak sekali yang menjadi target buruan para pedagang satwa liar dilindungi. Trennya sedang naik, permintaan pasarnya pun tinggi. Trenggiling paling tinggi karena pasar ekspornya, kemudian harimau dan bagian-bagiannya, serta gading gajah juga,” jelasnya kepada Greeners, Rabu (03/08).

Ke-68 burung tersebut, tutur Roy, terdiri dari 59 ekor kakak tua jambul kuning, 2 ekor kakak tua raja , 1 ekor nuri kepala hitam, 1 ekor bayan dan 5 ekor perkici.

Menurut Roy, ancaman penangkapan dan penjualan hewan langka secara liar masih membayangi wilayah-wilayah konservasi. Atas kondisi ini, petugas KLHK diseluruh Indonesia diharapkan meningkatkan pengamanan di kawasan konservasi dan jalur perdagangan hewan langka ilegal, termasuk pelabuhan yang menjadi salah satu pintu keluar-masuk arus perdagangan.

BACA JUGA: Sanksi Kejahatan Perdagangan Satwa Dilindungi Belum Timbulkan Efek Jera

Untuk tersangka di Papua, kata Roy, saat ini masih dalam proses pemeriksaan di Merauke dengan melibatkan Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL). Tujuan pemeriksaan tersebut untuk mengetahui dan membuka informasi jaringan perdagangan hewan langka ilegal di Papua. Diketahui, sebagian dari hewan ini akan dikirim ke Pulau Jawa.

“Dari beberapa kasus yang ditangani ada indikasi akan diperdagangkan secara ilegal,” katanya.

Penulis: Danny Kosasih

Top