Heboh Beras Plastik, YLKI Nyatakan Belum Terima Aduan Resmi

Reading time: 2 menit
Ilustrasi: Ist.

Jakarta (Greeners) – Jelang bulan Ramadhan, warga Bekasi dihebohkan dengan beredarnya beras palsu yang terbuat dari bahan campuran kentang, ubi jalar, dan resin sintetis industri alias plastik dengan modus dicampurkan dengan beras lokal.

Menanggapi hal tersebut, Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi yang diterima oleh YLKI terkait beredarnya beras plastik tersebut.

“Kalau ke saya pribadi, beberapa hari lalu ada pesan dari media sosial yang masuk ke saya. Tapi kalau pengaduan resmi ke YLKI soal beras palsu itu belum ada,” jelasnya saat dihubungi oleh Greeners melalui pesan singkat, Jakarta, Selasa (19/05).

Meskipun begitu, dirinya berharap kepada pemerintah dan instansi terkait, agar segera melakukan proses pengusutan karena isu beredarnya beras plastik tersebut sudah mulai meresahkan warga.

“Pemerintah harus memeriksa langsung ke pasar, harus ada upaya penarikan. Ini tindakan kriminal, pelakunya harus diproses secara pidana. Jika beras itu juga benar beras dari Cina (impor), maka kran impornya harus ditutup,” lanjutnya.

Sebagai informasi, sebelumnya, Dewi Septiani (29), pedagang nasi uduk dan bubur ayam di Ruko GT Grande, Blok F 19 Nomor 37, RT 01/RW 23, Perumahan Mutiara Gading Timur, Kelurahan Mustikajaya, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, menemukan dugaan adanya beras plastik (sintesis) dari beras yang ia beli di di Pasar Mutiara Gading Timur, Bekasi.

Beberapa waktu belakangan, testimoni dari akun "dewinurizza" berikut dua foto yang dicurigai sebagai beras palsu juga beredar luas di media sosial dan menarik perhatian netizen. Foto: Instagram

Beberapa waktu belakangan, testimoni dari akun “dewinurizza” berikut dua foto yang dicurigai sebagai beras palsu juga beredar luas di media sosial dan menarik perhatian netizen. Foto: Instagram

Sementara itu, Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin impor beras plastik dari Tiongkok. Saat ini, Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel sudah meminta anak buahnya agar menyelesaikan masalah yang membuat resah masyarakat tersebut.

“Enggak ada, saya sedang minta direktur jenderal saya untuk ke pasar melihat informasi adanya beras dari China, apalagi beras plastik karena Kemendag tidak pernah mengeluarkan izin untuk itu,” tegas Rachmat seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Perdagangan.

Sedangkan di Tiongkok sendiri, heboh beras plastik ini sudah dimulai sejak tahun 2012 lalu dan saat ini sejumlah negara kembali dihebohkan oleh beras palsu asal Tiongkok tersebut. Bahkan, menurut YLKI, kini penjualan beras plastik tersebut juga sudah menjalar ke berbagai tempat di India, Hongkong dan Malaysia.

Penulis: Danny Kosasih

Top
You cannot copy content of this page