KKP Kembangkan SFV Bangsring Jadi Pusat Eduminawisata

Reading time: 2 menit
KKP mengembangkan Smart Fisheries Village (SFV) menjadi pusat eduminawisata. Foto: KKP
KKP mengembangkan Smart Fisheries Village (SFV) menjadi pusat eduminawisata. Foto: KKP

Jakarta (Greeners) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengembangkan Smart Fisheries Village (SFV) menjadi pusat eduminawisata. SFV tersebut menggabungkan konsep edukasi perikanan dan edukasi pariwisata di Kawasan Grand Watudodol, Bangsring, Banyuwangi.

KKP buat konsep edukasi perikanan di tempat wisata tersebut melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM). Konsep dibuat agar para pengunjung bisa berwisata sambil belajar tentang perikanan.

Kepala BPPSDM, I Nyoman Radiarta menjelaskan bahwa pengembangan Eduminawisata tersebut saat ini terwujud melalui keberadaan Coral Centre, Website SFV Bangsring, serta Rumah Apung. Ia berharap pengembangan dapat menjadi sarana edukasi dan wisata perikanan dengan konsep one stop services.

BACA JUGA: KKP: Program Ekonomi Biru Tingkatkan Kesehatan Lingkungan

Nyoman menyebut bahwa Coral Centre merupakan icon terbaru di SFV Bangsring yang dapat menjadi daya tarik pengunjung. Mereka bisa lebih mengenal beragam jenis, cara budidaya, dan informasi terkait terumbu karang yang ada di laut perbatasan Pulau Jawa dan Pulau Bali. Misalnya, Acropora Aspera, Anacropora Forbesi, Astreopora Listeri, hingga Montipora Aequituberculata.

Selain itu, Coral Centre ini juga memiliki beraneka koleksi biota laut. Di antaranya ikan badut, ikan blue tang, ikan Botana kacamata, ikan moris idol, ikan emperor angelfish, ikan lionfish, hingga anemon laut.

“Coral Centre di SFV Bangsring menjadi komitmen kami dalam melestarikan ekosistem laut dan promosi keindahan terumbu karang serta ikan hias di perairan Selat Bali. Para wisatawan dapat melihat keindahan terumbu karang hasil budidaya Coral Centre di bawah laut Grand Watudodol melalui kegiatan snorkeling atau menikmatinya dengan menaiki bottom glass boat,” tutur Nyoman melalui keterangan tertulisnya.

KKP mengembangkan Smart Fisheries Village (SFV) menjadi pusat eduminawisata. Foto: KKP

KKP mengembangkan Smart Fisheries Village (SFV) menjadi pusat eduminawisata. Foto: KKP

Pengunjung Bisa Belajar Pelestarian Terumbu Karang

Nyoman menambahkan, Coral Centre juga menjadi pusat pembelajaran tentang pelestarian terumbu karang. Bahkan, para pengunjung akan mendapatkan edukasi terkait dampak sampah plastik di laut yang dapat merusak ekosistem laut. Oleh karena itu, Coral Centre memiliki sarana informasi yang dapat pengunjung akses dengan mudah.

BACA JUGA: KKP Jadikan Ulammart Wadah Standar UMKM Perikanan

Sementara itu, untuk kemudahan akses informasi eduminawisata SFV Bangsring, terdapat website resmi yang bisa wisatawan akses. Website tersebut menyediakan beragam informasi dan edukasi komprehensif tentang kekayaan kuliner, sejarah, dan objek wisata di wilayah Bangsring.

“Saat ini kami juga terus kembangkan fitur E-commerce, khususnya untuk mendukung UMKM lokal. Langkah strategis ini bertujuan untuk meningkatkan pemasaran produk kuliner lokal dan kerajinan tangan, memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat,” tambah Nyoman.

SFV Bangsring Miliki Rumah Apung

SFV Bangsring juga memiliki Rumah Apung yang dapat digunakan sebagai lokasi budidaya lobster, konservasi, dan eduwisata bahari. Keberadaan rumah apung tersebut menjadi sarana edukasi wisata yang bersifat interaktif seperti wisata memberi pakan pada beraneka koleksi ikan hias.

Secara khusus, Nyoman menyampaikan apresiasinya atas peran serta dan dukungan penyuluh perikanan dan para mitra kerja sama. Seluruh pihak tersebut sudah berkolaborasi dalam pengembangan SFV Bangsring ini.

Nyoman berharap dengan berbagai fasilitas eduminawisata yang ada saat ini, SFV Bangsring dapat berkontribusi positif. Khususnya, dalam upaya edukasi masyarakat terhadap sektor kelautan dan perikanan. Hal itu sejalan dengan program pengembangan SDM oleh KKP di bawah kepemimpinan Menteri Sakti Wahyu Trenggono.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

Top