Mudik Asik Tanpa Sampah Plastik, Ajakan KLHK Rayakan Mudik Bersih Lebaran 2019

Reading time: 3 menit
Dirjen PSLB3 Rosa Vivien Ratnawati memberikan edukasi langsung kepada pemudik. Foto : Humas KLHK
Jakarta (Greeners) – Momen Lebaran Idul Fitri 1440 H segera tiba, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali menyerukan ajakan kepada masyarakat khususnya para pemudik untuk mengurangi penggunaan sampah plastik melalui tema kampanye “Mudik Asik Tanpa Sampah Plastik”.
Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian terhadap persoalan sampah plastik terutama saat momen mudik semakin masif ditangkap masyarakat dan dapat mengubah perilaku pemudik.
 
Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Rosa Vivien Ratnawati mengatakan bahwa pemudik lebaran tahun 2019 berdasarkan data Kementerian Perhubungan diperkirakan mencapai 23 juta orang. “Jika disandingkan dengan data KLHK bahwa setiap orang menghasilkan 0,7 kg sampah per hari, maka bisa diperkirakan angka timbulan sampah pada momen lebaran tahun ini bisa mencapai 16.100 ton perhari.” jelas Vivien.
 
Berdasarkan data KLHK, pada libur lebaran 2018 yang lalu jumlah sampah terkumpul sebanyak 13.500 ton dari total 19 juta pemudik. Di tahun 2019 ini, lonjakan jumlah pemudik diprediksi mencapai 23 juta orang.
 
Oleh karena itu, Pemerintah perlu mendorong dan melaksanakan mudik tanpa sampah sebagai salah satu wujud pelibatan masyarakat dalam pengurangan sampah. Hal tersebut merupakan amanat Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.
 
 
Untuk mendukung kegiatan Mudik Asik Tanpa Sampah Plastik, KLHK telah menerbitkan Surat Edaran kepada para Gubernur, Bupati, dan Walikota untuk ikut melaksanakan mudik tanpa sampah plastik dengan melaksanakan kampanye dan edukasi kepada masyarakat dan menyediakan sarana pengelolaan sampah yang memadai seperti tempat sampah terpilah di fasilitas publik.
 
Dengan memilah sampah sesuai jenisnya, maka sampah dapat dikirim ke bank sampah sebagai wujud penerapan ekonomi sirkular serta mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
 
“Untuk mengimplementasikan Mudik Asik Tanpa Sampah Plastik ini ada 3 hal yang kami lakukan, pertama secara struktural kami mengedarkan surat kepada Pemda untuk terus mengawal kegiatan Mudik Asik Tanpa Sampah Plastik ini. Kedua, melakukan monitoring dan pemantauan terhadap lokasi-lokasi jalur mudik khususnya rest area dan tempat-tempat yang dilalui oleh pemudik. Ketiga, meningkatkan edukasi dan sosialisasi dengan mengunjungi rest area dengan naik ke bus secara langsung untuk mengedukasi langsung dan membagikan trash bag supaya pemudik memilah sampahnya dan tidak membuang sampah sembarangan,” ujar Novrizal Tahar Direktur Pengelolaan Sampah KLHK saat dihubugi Greeners melalui telepon, Minggu (02/06/2019).
 
 
Novrizal mengatakan bahwa persiapan Mudik Asik Tanpa Sampah Plastik ini juga lebih siap dibandingkan dengan tahun sebelumnya, karena pihaknya telah bekerjasama dengan PT. Jasa Marga sebagai pengelola jalan tol terbesar di Indonesia dan pengelola rest area untuk menyebarluaskan bahan kampanye dan edukasi publik di sepanjang rest area jalur Trans Jawa.
 
Materi edukasi publik tersebut antara lain pemasangan poster eletronik pada layar videotron di Km. 88 dan Km. 207, serta memperdengarkan secara terus menerus ajakan mudik tanpa sampah berbentuk voice announcement di Km. 19 dan Km 57.
 
Novrizal menyebutkan bahwa tren komposisi sampah plastik terus meningkat setiap tahunnya. Data KLHK sejak tahun 1995 komposisi sampah plastik baru 9%, lalu pada tahun 2005 meningkat menjadi 11%, dan terus meningkat pada 2016 menjadi 16%. Indonesia pun masih dinilai berkontribusi besar pada produksi sampah plastik.
 
Ia mengatakan, hal mendasar yang menjadi pangkal persoalan sampah di Indonesia terutama bersumber pada tingkat kepedulian masyarakat yang rendah pada persoalan pengelolaan sampah.
 
“BPS mengeluarkan data indeks kepedulian masyarakat Indonesia, untuk indek kepedulian sampah itu nilainya 0,72 yang artinya orang Indonesia itu tidak peduli pada pengelolaan sampah,” ujarnya.
 
Menurut Novrizal, pada momen mudik lebaran biasanya rest area dan jalan tol menjadi lokasi untuk membuang sampah, hal itu menjadi contoh cerminan ketidakpedulian masyarakat Indonesia pada masalah sampah. Diharapkan masyarakat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai saat mudik.
 
Penulis: Dewi Purningsih
 

Top
You cannot copy content of this page