Perhelatan KAA, Disbudpar Bandung Targetkan 5.000 Wisatawan

Reading time: < 1 menit
Suasana "Solidarity Day" di Taman Pasupati, Bandung, Selasa (21/04). Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Bandung (Greeners) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung berharap agar pelaksanaan Konferensi Asia Afrika Ke-60 yang juga digelar di Kota Bandung dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan menjadi salah satu cara untuk menjadikan Bandung sebagai kota pariwisata.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Herlan J.S saat dihubungi oleh Greeners bahkan telah memprediksikan, kota dengan julukan Kota Kembang ini akan dikunjungi oleh sekitar 5.000 wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, selama KAA berlangsung.

“Prediksi jumlah itu belum termasuk dengan kedatangan 500 rombongan delegasi, ya,” katanya, Bandung, Selasa, (21/04).

Senada dengan Herlan, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari pun mengaku optimis perhelatan KAA akan meningkatkan kunjungan wisatawan.

“Bahkan Pak Menteri Dalam Negeri sangat optimis sekali kalau Bandung bisa dapat lebih dari 5.000 pengunjung. Yah, targetnya 100.000 domestik dan 2.500 mancanegara lah karena memang acara sampingan yang kita sediakan banyak sekali,” ujarnya.

Sebagai informasi, sebelumnya Herlan mengatakan bahwa Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, sudah mempersiapkan lima acara besar untuk menarik wisatawan agar datang menyambut peringatan 60 tahun KAA di Bandung, Jawa Barat. Acara tingkat internasional di luar seremonial peringatan KAA tersebut rencananya akan digelar setiap hari, mulai dari tanggal 21 hingga 25 April 2015.

Pertunjukan yang dimaksud antara lain pertunjukan angklung dengan musik bertajuk “Harmony for the World” dihadapan para delegasi KAA dan pertunjukan ini akan mengerahkan 20 ribu orang dari berbagai profesi di Kota Bandung. Selain itu, ada juga Solidarity Day: Tribute to Soekarno & Mandela, Culture Break, Festival of Nations, Photo Exhibition of 1955 Asian African Conference, dan Asian African Parade.

Penulis: Danny Kosasih

Top
You cannot copy content of this page