Sampah Plastik di Pulau Harapan Diubah Jadi BBM untuk Nelayan

Reading time: 3 menit
Sampah plastik di Pulau Harapan kini bisa masyarakat manfaatkan sebagai bahan bakar minyak (BBM) untuk kapal nelayan. Foto: Dini Jembar Wardani
Sampah plastik di Pulau Harapan kini bisa masyarakat manfaatkan sebagai bahan bakar minyak (BBM) untuk kapal nelayan. Foto: Dini Jembar Wardani

Jakarta (Greeners) – Sampah plastik di Pulau Harapan kini bisa masyarakat manfaatkan sebagai bahan bakar minyak (BBM) untuk kapal nelayan. Warga berhasil mengolah berbagai jenis sampah plastik di mesin pirolisis.

Pulau Harapan merupakan salah satu pulau yang terletak di Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta. Tempat wisata ini selalu ramai kunjungan wisatawan sehingga berpotensi menimbulkan tumpukan sampah. Apalagi, saat ini sampah dari laut juga banyak yang menyangkut di bibir pantai.

BACA JUGA: Festival Rumekso Bumi Kembali Gunakan Energi dari Sampah

Persoalan sampah di Pulau Harapan tidak bisa masyarakat abaikan karena dapat mencemari lingkungan. Alhasil, Get Plastic Foundation membuat sistem pengelolaan sampah untuk mendaur ulang sampah menjadi bahan bakar.

“Pengelolaan sampah dengan mesin pirolisis ini pertama kali kami dirikan sejak tahun 2023 di Pulau Harapan. Mesin itu juga dikelola oleh masyarakat lokal. Sejak program ini terbentuk, ada pemberian manfaat sebanyak 90 liter BBM dari sampah kepada nelayan,” ungkap Managing Director Get Plastic Foundation, Ayu Pawitri kepada Greeners, Jumat (9/2).

Sampah plastik di Pulau Harapan kini bisa masyarakat manfaatkan sebagai bahan bakar minyak (BBM) untuk kapal nelayan. Foto: Dini Jembar Wardani

Sampah plastik di Pulau Harapan kini bisa masyarakat manfaatkan sebagai bahan bakar minyak (BBM) untuk kapal nelayan. Foto: Dini Jembar Wardani

Sampah Plastik Terpilah Menjadi Tujuh Jenis

Sampai saat ini, lanjut Ayu, sampah plastik yang menjadi bahan baku BBM berasal dari sampah di Pulau Harapan. Sampah plastik yang sudah terkumpul akan dipilah menjadi tujuh kategori.

“Saat ini sudah ada 30 rumah tangga yang sudah kami edukasi. Kami ambil sampah dari mereka dan kami kumpulkan juga dari TPS3R di Pulau Harapan untuk mengambil sampah plastik low value. Ada juga sampah dari clean up di sekitar pulau,” kata Ayu.

Inisiatif ini bermula dari Get Plastic Indonesia yang berhasil memenangkan event Island Hackathon. Penyelenggara kompetisi itu adalah Divers Clean Action dan Archipelagic and Island States Forum (AIS), berkolaborasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi serta Lazada.

Get Plastic menjalankan project Energizing Island Transportation From Low Value Plastic Waste di Pulau Harapan pada Mei–Desember 2023. Sejauh ini, total sampah plastik dari tahun 2023 di Pulau Harapan telah terkumpul sebanyak 527,9 kilogram. Total sampah tersebut telah menghasilkan BBM sebanyak 359,7 liter.

Sampah plastik di Pulau Harapan kini bisa masyarakat manfaatkan sebagai bahan bakar minyak (BBM) untuk kapal nelayan. Foto: Dini Jembar Wardani

Sampah plastik di Pulau Harapan kini bisa masyarakat manfaatkan sebagai bahan bakar minyak (BBM) untuk kapal nelayan. Foto: Dini Jembar Wardani

Nelayan Gunakan BBM dari Sampah Plastik

Nelayan di Pulau Harapan, Kartubi (51) menjadi salah satu nelayan yang sudah menggunakan BBM dari daur ulang sampah. Namun, penggunaan BBM tersebut masih belum ia gunakan secara utuh atau murni. Kurtubi masih menyampurkan dengan bahan solar lain untuk bahan bakar kapalnya.

“Sejak ada ini, kami jadi tahu ternyata sampah ada manfaatnya. Saya baru pakai ini tiga hari dan lari kecepatan dari perahu saya sama saja, soal kekuatannya juga masih sama ketika oplos BBM dari plastik dengan solar lain. Biasanya saya campur bensin dari sampah itu 5 liter dan minyak solar lain 20 liter,” ungkap Kurtubi saat Greeners temui di Pulau Harapan, Selasa (6/2).

BACA JUGA: Re.juve Berkomitmen Kurangi Sampah Plastik

Kurtubi juga berharap agar BBM ini bisa menjadi bahan bakar alternatif untuk para nelayan selanjutnya. Apalagi, BBM yang dibuat dari mesin pirolisis ini sekaligus dapat mengurangi sampah di Pulau Harapan.

Di samping itu, Get Plastic Foundation juga akan terus mendorong kolaborasi bersama komunitas di Pulau Harapan. Ke depannya, mereka akan membangun kerja sama dengan koperasi nelayan, karang taruna, dan komunitas lainnya.

“Jadi enggak berhenti sampai di sini. Mungkin bisa menyusun ekowisata pengolahan sampah plastik ke depannya untuk mendukung juga kegiatan ekonomi di sini,” kata Ayu.

Proses Pembuatan BBM Tidak Mengeluarkan Emisi

Sementara itu, dari tujuh jenis sampah plastik, hanya ada lima jenis yang akan masuk ke mesin pirolisis untuk dijadikan BBM. Metode pirolisis ini sampah akan masuk ke proses pemanasan. Sistem kerja mesin pirolisis yang mengubah sampah menjadi BBM juga sederhana, bahkan tidak mengeluarkan emisi.

“Jadi, semua sampah tadi kita panaskan. Lalu, pirolisis ada dua yaitu tabung reaktor satu pemasanan. Plastik akan kami panaskan, kemudian ada gas yang kami dinginkan dan kami ubah jadi liquid atau cairan solar. Mesin ini beda sama insinerator, ini tanpa oksigen, jadi tidak ada asap yang keluar,” ujar Ayu. 

Pulau Harapan memiliki dua mesin pirolisis yang berkapasitas 10 kilogram dan 5 kilogram. Dalam waktu satu hari, sampah yang terolah rata-rata sebanyak 7 kilogram dengan proses pengolahan selama 3 sampai 4 jam. Jika plastik yang terolah kondisinya tidak basah dan tidak banyak mengandung residu, dari 7 kilogram sampah tersebut dapat menghasilkan 6,8 sampai 7 liter.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Top