Warga Bengkulu Desak Pemindahan Tempat Pembuangan Sampah

Reading time: 2 menit

Bengkulu (Greeners) – Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh pada tanggal 21 Februari ternyata masih belum membawa dampak menyeluruh bagi pengelolaan sampah di Indonesia.

Salah satu permasalahan dialami oleh Kota Bengkulu, yang tengah mendapatkan desakan dari beberapa kelompok masyarakat terutama penggiat lingkungan untuk segera mengalihkan lokasi tempat pembuangan sampah sementara (TPS) dari kawasan objek cagar alam Danau Dendam Tak Sudah di Kelurahan Dusun Besar, Kecamatan Singaran Pati, Bengkulu.

Sebagaimana terpantau oleh Greeners, danau yang berjarak sekitar 6km dari kota Bengkulu ini tercemar utamanya oleh penumpukan sampah rumah tangga.

“Seharusnya pemerintah segera menghentikan pembuangan sampah ke pinggir danau, karena akan mempengaruhi ekosistem dan fungsi Danau Dendam Tak Sudah” kata Ketua Kelompok Pecinta Alam Buana Rimba Dedy Suryadi di Bengkulu, Rabu.

Ia mengatakan pembuangan sampah yang sudah berlangsung lebih dari satu tahun terakhir itu pasti akan mencemari danau sumber air tawar Kota Bengkulu tersebut.

Air Danau Dendam Tak Sudah juga difungsikan sebagai sumber irigasi bagi 1.000 hektare areal persawahan yang terdapat di tepi danau. Banyak juga flora dan fauna langka yang tumbuh di ekosistem danau tersebut, seperti ikan Tebakang dan Anggrek Pensil.

“Kami belum tahu apakah ada hubungannya dengan pencemaran terhadap danau, tetapi saat ini sangat sulit menemukan ikan Tebakang dan Anggrek Pensil di danau ini,” tambahnya.

Hingga Rabu (22/2), aktivitas pembuangan sampah di pinggir danau masih berlangsung. Setiap hari sampah “dikirim” dari tiga kelurahan sekitar yakni Padang Nangka, Timur Indah dan Kelurahan Dusun Besar.

“Sampai saat ini belum ada keputusan dari pihak kelurahan untuk memindahkan lokasi TPS, tapi kami sudah meminta penambahan kontainer supaya sampah tidak berserakan ke danau,” kata Parudi, salah seorang petugas sampah Kelurahan Padang Nangka.

Parudi mengatakan setiap harinya terdapat 10 kendaraan sampah roda tiga yang membuang sampah ke lokasi tersebut.

Satu kontainer hanya dapat menampung sampah dari empat kendaraan roda tiga. Artinya sebanyak enam kendaraan roda tiga yang berisi sampah tidak tertampung setiap harinya. “Kalau ada dua kontainer lagi, kami bisa menjamin sampah tidak akan menumpuk di luar kontainer,” tambahnya.

Kepala Bidang Kebersihan Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Bengkulu, Abdullah mengatakan akan mencari solusi permasalahan pengelolaan sampah tersebut sehingga tidak mengorbankan Cagar Alam Danau Dendam Tak Sudah.

“Kami akan berusaha mencari lokasi lain untuk menempatkan kontainer sampah sehingga kegiatan ini tidak mencemari danau,” katanya.

Ia mengatakan tiga kelurahan di sekitar danau yakni Kelurahan Padang Nangka, Dusun Besar dan Timur Indah akan segera menggelar pertemuan untuk membahas masalah tersebut pada Kamis (23/2).

Jika tidak ada lokasi lain untuk menempatkan kontainer sampah, maka pengangkut sampah akan diarahkan ke tempat pembuangan akhir (TPA). (G20)

Top
You cannot copy content of this page