Waspada, Penyakit dari Hewan Domestik Tak Bertuan

Reading time: 1 menit
Ilusrasi: petcareinsurance.info

Jakarta (Greeners) – Jumlah hewan domestik dinilai mulai mengkhawatirkan. Peningkatan ini pun menyebabkan banyaknya hewan terlantar yang tidak diawasi dan berpotensi menyebarkan penyakit.

Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner, Badan Litbang Pertanian, Dr. Hardiman, mengatakan, beberapa jenis penyakit yang berpotensi menjangkit hewan-hewan terlantar seperti anjing dan kucing adalah rabies dan toxoplasma. Menurutnya, penyakit yang mampu menularkan virus melalui gigitan dan bulu yang terhirup oleh manusia tersebut cukup berbahaya dan mampu menyebabkan kematian.

“Ada banyak virus yang bisa menyerang hewan domestik tersebut. Pengaruhnya pun cukup berbahaya,” katanya kepada Greeners, Jakarta, Kamis (19/03).

Meski demikian, Hardiman mengakui bahwa hingga saat ini pihaknya masih belum pernah melakukan penelitian terkait jumlah dan ancaman virus yang menjangkit hewan domestik. Namun ia menyatakan, jika memang dibutuhkan pihaknya siap untuk melakukan penelitian terkait hewan domestik tersebut.

“Kami belum pernah ada penelitiannya. Tapi melihat tingkat pertumbuhan yang tinggi, sepertinya memang diperlukan ya,” katanya.

Sebagai informasi, di sebagian besar negara di Asia termasuk Indonesia, penyebaran penyakit rabies yang endemik banyak terjadi di kalangan populasi anjing tak bertuan.

Pada tahun 2008, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyoroti perdagangan anjing untuk konsumsi manusia yang kebanyakan diambil dari anjing-anjing jalanan yang tidak memiliki tempat tinggal dan menjadi faktor penyebaran rabies pada manusia.

Penulis: Danny Kosasih

Top