Binturong, Musang Pohon Bertubuh Besar

Reading time: 2 menit
Binturong
Binturong. Foto: shutterstock

Binturong adalah sejenis musang bertubuh besar yang dalam bahasa latin disebut Arctictis binturong. Fauna ini termasuk satwa endemis Indonesia yang terdapat pada hutan di Jawa dan Sumatera.

Berbagai sumber mengatakan bahwa populasi binturong cenderung mengalami penurunan. Oleh Daftar Merah lembaga International Union for Conservation of Nature (IUCN), binatang ini dimasukkan ke dalam status konservasi yang rentan (Vulnerable). Selain itu juga, mereka kini telah terdaftar ke Convention on International Trade in Endangered Species (CITES) Apendiks III.

Baca juga: Tawon, Serangga Predator Serupa Lebah

Meskipun tergolong hewan yang aktif pada malam hari (nokturnal), terkadang binturong juga dapat dijumpai pada saat siang. Ia lebih suka berada di atas pepohonan dibandingkan di permukaan tanah. Umumnya binturong berpindah dari satu pohon ke pohon lainnya dengan cara melewati cabang.

Hewan karnivora ini gemar memakan telur, hewan kecil semacam burung, dan binatang pengerat. Namun, mereka juga dapat mengonsumsi buah-buahan dan dedaunan yang tersedia di hutan.

Binturong

Binturong. Foto: shutterstock

Musang ini juga mempunyai postur yang besar di antara musang lainnya. Tubuhnya dapat mencapai ukuran sekitar 1,75 sampai 2 meter dari ujung ekor hingga kepala. Sementara ekornya hampir sepanjang satu meter dari ujung hingga pangkal ekor. Berat beruang ekor panjang ini sekitar 6 sampai 14 kilogram bahkan bisa mencapai 20 kilogram (Belant, 2008).

Di samping itu, binturong memiliki warna rambut hitam di seluruh tubuh dan warna putih di sekitar wajah maupun kakinya. Hewan ini memiliki corak bulu hitam keabu-abuan pada ujung rambutnya. Adapaun daun telinganya memiliki ujung bulu yang runcing di pangkalnya.

Baca juga: Rayap Tanah, Spesies Terbanyak yang Tersebar di Indonesia

Binturong memiliki ekor panjang yang dapat berfungsi sebagai kaki kelima. Ekor tersebut dapat digunakan juga sebagai alat berpegangan ke dahan pohon. Hal ini menjadikan binturong memiliki keahlian memanjat yang sangat baik dan dapat berpindah dari pohon ke pohon dengan mudah. Tidak hanya kemampuan pada ekornya saja, cakarnya yang tajam membuatnya dapat mencengkeram pohon dengan lebih kuat dan memudahkan dalam memanjat.

Keunikan lainnya adalah spesies betina memiliki pseudo-penis alias penis palsu, yakni suatu organ khas langka yang jarang ditemui pada makhluk lainnya (David, 2015). Pada umumnya Asian bearcat ini mengeluarkan semacam bau dari kelenjar di bawah pangkal ekornya. Bau ini digunakan untuk menandai wilayah kekuasaannya.

Taksonomi Binturong

Penulis: Sarah R. Megumi

Top
You cannot copy content of this page