Katak Kayu Alaska, Mampu Bertahan Hidup dalam Kondisi Beku

Reading time: 2 menit
Katak kayu alaska diperkirakan dapat hidup hingga 4-5 tahun di alam. Foto: Inaturalist

Katak kayu alaska, katak kayu, atau wood frog memiliki nama ilmiah Lithobates sylvaticus atau Rana sylvatica. Merupakan katak yang bertoleransi terhadap kondisi ekstrem (beku) yang sebagian besar ditemukan di bagian utara Alaska dan Kanada.

Berasal dari famili Ranidae sehingga berkerabat dengan Rana esculenta (katak air), R. sakuraii, Lithobates capito, dan lainnya.

Uniknya, katak kayu alaska dapat bertahan hidup dalam kondisi beku selama 7 bulan dengan suhu -20°C. Selain itu, katak kayu memiliki sistem metabolisme yang berbeda dari katak lainnya.

Metabolisme tubuhnya menghasilkan metabolit berupa glukosa. Di samping itu, terdapat komponen lain yang turut berkontribusi terhadap toleransi iklim ekstrem, yaitu glikolipid antibeku dan urea.

Morfologi dan Ciri-ciri Umum

Katak kayu alaska berukuran tubuh sedang, berkisar antara 3,5 cm hingga 7,6 cm dengan betinanya berukuran lebih besar daripada jantan. Spesies ini memiliki beberapa variasi perubahan warna, yaitu cokelat, kecokelatan, dan karat.

Tetapi juga dapat kita temukan dalam nuansa warna hijau dan abu-abu. Namun, katak ini dapat kita bedakan dari adanya bercak hitam yang memanjang dari timpanum ke pangkal tungkai depan. Karena corak tersebutlah katak ini disebut juga katak dengan topeng perampok.

Selain itu, katak ini juga memiliki garis putih di atas bibirnya, serta memiliki lipatan lateral berwarna cokelat kekuningan. Di samping itu, tubuh bagian bawahnya berwarna putih dan kuning oranye ke arah belakang. Namun, katak jantan memiliki warna yang lebih terang di bagian depan kakinya. Berat tubuh katak kayu alaska rata-rata 7,8 gram.

Telur katak kayu alaska membutuhkan waktu yang berbeda untuk menetas, bergantung pada suhu air. Umumnya telur yang katak letakkan pada perairan dingin membutuhkan waktu lebih lama untuk menetas dibandingkan telur pada perairan hangat.

Sementara itu, katak kayu alaska diperkirakan dapat hidup hingga 4-5 tahun di alam. Mereka juga termasuk satwa diurnal, yakni aktif pada siang hari.

Habitat dan Distribusi

Katak kayu alaska menghuni berbagai macam habitat, seperti tundra, semak belukar, padang rumput basah, rawa-rawa, hutan konifer, dan hutan gugur. Selain itu, katak ini membutuhkan perairan musiman atau semi-permanen untuk berkembang biak.

Sementara distribusinya meliputi wilayah neartik, dari Georgia utara, Alabama, Amerika Serikat bagian timur laut, Kanada hingga Alaska.

Mekanisme Toleransi Beku

Studi Storey dan Storey (1984) telah menyimpulkan bahwa metabolit glukosa pada katak kayu dihasilkan dari glikogen di hati setelah terpapar suhu di bawah 0°C. Kemudian akan tersebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah.

Selain itu, penemuan uniknya lainnya ialah pembekuan pada tubuh katak ternyata memberikan efek pada berbagai organ tubuhnya. Pembekuan tubuh tersebut menyebabkan dehidrasi pada organ tubuhnya dan kandungan airnya akan kembali ketika dicairkan dengan berkurangnya kerusakan pada jaringan.

Penurunan kadar air pada tubuh katak juga menyebabkan peningkatan metabolit krioprotektif, seperti glukosa. Dalam kondisi alami, katak kayu alaska mengalami beberapa siklus pembekuan dan pencairan sebelum tetap membeku selama musim dingin.

Sementara itu, dalam mekanisme pembekuan ini urea dengan konsentrasi sedang memiliki efek positif pada stabilisasi membran, makromolekul, dan bahkan spesies oksigen reaktif (ROS).

Sedangkan glikolipid antibeku menstabilkan membran sel, dan mencegah es menyebar ke dalam sitoplasma dan mengkristal kembali.

Taksonomi katak kayu alaska

Penulis : Anisa Putri

Editor : Ari Rikin

Top