Buah Lerak Dimanfaatkan Sebagai Deterjen dan Insektisida Alami

Reading time: 2 menit
Kandungan saponin (senyawa yang sifatnya menyerupai sabun) pada buah lerak tinggi. Foto: Shutterstock

Buah Lerak (Sapindus rarak) merupakan salah satu hasil alam yang dikenal sejak dulu sebagai sabun tradisional. Berasal dari famili Sapindaceae yang beranggotakan sekitar 1.600 spesies dari sekitar 135 genus. Buah S. rarak dikenal juga dengan nama klerek (Jawa), lamuran (Palembang), kalikea (Kerinci), kanikia (Minang), dan rerek (Sunda).

Di samping itu, terdapat beberapa nama ilmiah sinonim bagi lerak, di antaranya S. delavayi, S. detergens (syn. Var. Soapnut, Ritha), S. emarginatus Vahl, S. laurifolius, S. tomentosus, dan lainnya. Tanaman yang berbuah pada usia 5 hingga 15 tahun ini, biasanya berbuah pada awal musim hujan dan dapat menghasilkan biji sejumlah 1.000 hingga 1.500 biji.

Buahnya Oranye dan Berbau Harum

Pohon lerak dapat tumbuh tinggi berkisar antara 15 hingga 42 meter dengan batang kayunya berwarna putih kusam. Batang tersebut berbentuk bulat dan keras dengan diameter hingga 1 m. daunnya menyirip sejumlah ganjil ataupun genap berukuran 21 hingga 40 cm dengan tangkai daun sepanjang 3-7 mm.

Sementara bunganya berdiameter 3 mm dengan kelopak berbentuk bulat telur dan berwarna putih. Bagian buahnya berdaging dan mengeluarkan aroma yang harum. Buah lerak berwarna oranye, berbentuk bulat berdiameter 2-2,5 cm. Di dalam buahnya tersimpan biji lerak berbentuk bulat, keras dan berwarna hitam dengan diameter 1,4-1,5 cm.

Habitat dan Distribusi

Pohon lerak umumnya tumbuh pada lahan ketinggian 150-1500 m di atas permukaan laut. Di Indonesia kita dapat temukan tanaman ini tumbuh di Pulau Jawa dan Sumatra. Selain itu, lerak juga dapat kita jumpai tumbuh di negara-negara Asia lainnya seperti di China selatan, Thailand, Malaysia, Laos, Kamboja, dan Vietnam.

Buah Lerak Deterjen Alami

Melansir berbagai sumber, tanaman lerak mengandung senyawa saponin, alkaloid, steroid, antikuinon, flavanoid, tanin, dan polifenol. Dengan kandungan tertinggi saponin terdapat pada bagian buah lerak. Saponin itu sendiri merupakan senyawa yang sifatnya menyerupai sabun. Oleh karena itu buah lerak kerap dimanfaatkan sebagai sabun tradisional untuk mencuci perhiasan ataupun kain batik.

Selain untuk mencuci perhiasan dan kain, buah lerak juga dapat dimanfaatkan untuk mencuci peralatan dapur, mengepel lantai, bahkan sebagai sabun mandi hewan. Sumber lain mengatakan, kain batik ataupun pakaian yang dicuci dengan sabun dari lerak akan lebih awet warnanya karena tidak mengandung bahan kimia seperti deterjen pada umumnya.

Di samping itu, buah lerak juga bisa sebagai insektisida alami. Bagian lainnya yang dapat dimanfaatkan ialah kayunya untuk membuat mebel.

Taksonomi Buah Lerak

Penulis : Anisa Putri

Editor : Ari Rikin

Top