Domba Bertanduk Besar, Hewan dengan Kemampuan Tarung Menakjubkan

Reading time: 2 menit
Domba bertanduk besar ini tidak bisa jauh dari rerumputan. Foto: Shutterstock

Domba bertanduk besar merupakan salah satu famili Bovidae yang tergolong sebagai hewan pemamah biak. Kelompoknya jamak dijumpai di daerah Amerika Utara, menyebar mulai dari Siberia melalui Jembatan Bering sampai ke Alaska.

Ovis canadensis atau domba bertanduk besar tergabung dalam genus Ovis dan sub-keluarga Caprinae. Meskipun terlihat cukup berbeda, spesies ini berkerabat dengan domba domestik.

Domba domestik dikenal memiliki bulu yang tebal. Kelompok itu sengaja dikembangbiakkan untuk diambil daging, bulu serta susunya, bahkan dimanfaatkan dalam kegiatan agrikultural.

Sedangkan O. canadensis adalah spesies domba liar yang hidup di kawasan pegunungan dan gurun. Spesies ini terbagi atas tiga anak jenis; O. c. canadensis, O. c. nelson dan O. c. sierrae.

Morfologi dan Ciri-Ciri Domba Bertanduk Besar

Seperti namanya, domba bertanduk besar memiliki ukuran tanduk yang gigantik. Bentuknya tampak melengkuk; ukuran pangkalnya terlihat lebih besar, lalu meruncing sampai ke ujung.

Bila dirata-ratakan, berat tanduk tersebut bisa mencapai 14 kg. Spesies pejantan dan betina sama-sama memiliki tanduk, hanya saja tanduk sang betina umumnya berukuran lebih kecil.

Tubuh mereka berwarna kecokelatan dengan bokong berwarna putih. Pejantan bisa berbiak sampai seberat 58–143 kg, sedangkan bobot tubuh domba betina rata-rata sekitar 34–91 kg.

Para pejantan pun biasanya lebih tinggi daripada sang betina. Tinggi pejantan bisa mencapai 90–105 cm, sedangkan kelompok betina umumnya hanya berkisar 75–90 cm atau 30–35 inci.

Dibandingkan dua subspesies lain, ukuran tubuh O. c. canadensis terbilang lebih besar. Jenis ini hidup di sekitar Pegunungan Rocky; mendiami area kaki bukit hingga lereng gunung.

Habitat dan Distribusi Domba Bertanduk Besar

Domba bertanduk besar tidak bisa jauh dari rerumputan. Walau sebagian habitatnya berada di gurun dan pegunungan salju, mereka tetap membutuhkan rumput sebagai asupan pakan.

Subspesies O. c. canadensis misalnya, kelompok ini membutuhkan wilayah lereng yang lebih kering dan berumput saat musim bersalju. Cakupannya antara 750–1.500 meter di atas laut.

Sedangkan saat musim panas, mereka akan berpindah dari ketinggian 1.800–2.500 meter di atas laut. Ini dilakukan untuk menghindari predator seperti serigala, cougar, hingga beruang.

Spesies salju tersebar mulai dari Pegunungan Rocky sampai ke selatan Kanada dan Colorado. Sedangkan kelompok gurun berada di Nevada dan California ke Texas serta selatan Meksiko.

Menurut IUCN Red List, status konservasi O. canadensis berada pada kategori risiko rendah. Tren populasinya pun cenderung stabil, sehingga tidak diklasifikasikan sebagai satwa langka.

Perilaku dan Kebiasaan Domba Bertanduk Besar

Domba bertanduk besar tidak sama dengan kambing gunung. Spesies ini tidak bisa mendaki, tetapi mempunyai kemampuan berjalan zig-zag untuk menuruni tebing dan bebatuan terjal.

Bahkan, akselerasinya dalam menuruni gunung diklaim mencapai 24 km per jam. Sedangkan kemampuan larinya lebih mengagumkan lagi, sebab rata-rata bisa mencapai 30 km per jam.

Tidak cuma tangguh di darat dan tebing, domba O. canadensis juga mempunyai kemampuan renang. Ini biasanya tidak terlalu digunakan, kecuali untuk menghindari musuh atau migrasi.

Hidup dalam koloni, terdapat 8–10 individu domba pada satu kelompoknya. Mereka bahkan bisa berkumpul hingga 100 individu; terbagi atas kelompok jantan, betina dan jantan muda.

Walau terkesan senang berteman, domba jantan dapat melakukan pertarungan sekitar 25,5 jam untuk memperebutkan betina. Praktik hierarki juga berlaku bagi anggota kelompoknya.

Taksonomi Spesies Ovis Canadensis

Penulis : Yuhan al Khairi

Top