Kuskus Beruang Sulawesi, Satwa Pemalu yang Terancam Punah

Reading time: 3 menit
Kuskus Beruang Sulawesi. Foto: Weldi Purwanto

Kuskus Beruang Sulawesi (Ailurops ursinus) adalah satwa endemik Indonesia yang tergolong sebagai marsupialia. Ia jamak pakar temukan di hutan tropis dataran rendah, khususnya di wilayah Sulawesi, Kepulauan Butung, Peleng, Togian, sampai Pulau Muna.

Berdasarkan klasifikasinya, dapat kita ketahui bahwa kuskus beruang berasal dari keluarga fauna Phalangeridae. Ia tergabung dalam genus Ailurops, sehingga berkerabat dengan Ailurops melanotis.

Secara tampilan, A. melanotis (Kuskus Beruang Talaud) dan A. urinus memang terlihat cukup mirip. Mereka sama-sama berasal dari Pulau Sulawesi, meski ahli temukan di dua daerah yang berbeda.

Kuskus beruang Talaud mendiami kawasan Kepulauan Talaud. Ukuran tubuhnya tampak lebih kecil dengan warna bulu cokelat, yang cenderung lebih muda dibandingkan kuskus beruang Sulawesi.

Morfologi dan Ciri-Ciri Kuskus Beruang Sulawesi

Kuskus beruang Sulawesi mempunyai ukuran tubuh yang cukup besar. Panjang kepala dan badan hewan tersebut mencapai 56 cm, dengan bobot badan 8 kg serta panjang ekor mencapai 54 cm.

Ekor kuskus terbilang sangat istimewa, ia tak ubahnya seperti kaki kelima. Berkat kekuatannya, ekor tersebut biasa kuskus gunakan untuk mencengkeram dan melilit dahan ketika berpindah tempat.

Hampir seluruh bagian tubuh kuskus beruang tertutupi oleh bulu. Warnanya bervariasi mulai dari hitam, kecokelatan, serta keabu-abuan. Muka hewan ini bulat dengan daun telinga berukuran kecil.

Merujuk jurnal Universitas Hasanuddin, ciri-ciri kuskus beruang Sulawesi umum pakar kelompokkan dalam beberapa kelas. Penggolongan ini berdasarkan tingkatan umum dan jenis kelaminnya, seperti:

  • Jantan dewasa: memiliki ukuran tubuh lebih besar dan memiliki alat kelamin yang menonjol.
  • Betina dewasa: memiliki ukuran tubuh yang besar, serta berpasangan dengan jantan dewasa. Dalam kesehariannya, sang betina selalu terlihat bersama dengan kuskus remaja.
  • Kuskus remaja: memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dari kuskus dewasa. Mereka hidup bersama dalam satu kelompok, termasuk dengan kuskus dewasa.
  • Bayi kuskus: ukurannya lebih kecil dari kuskus remaja. Dalam memenuhi kebutuhannya sehari-hari, spesies kuskus ini masih mendapat perhatian khusus dari induk betina.

Karakteristik dan Kebiasaan Kuskus Beruang Sulawesi

Kuskus beruang Sulawesi merupakan mamalia berkantung yang memiliki sifat arboreal. Mereka hidup di tajuk pohon teratas, sehingga sangat jarang terlihat berjalan di permukaan tanah.

Seperti hewan marsupialia lainnya, kantung kuskus beruang berguna untuk menggendong anak-anaknya. Bayi tersebut mendiami kantung sang induk cukup lama, yakni sampai usia 8 tahun.

Dedaunan adalah makanan favorit A. urinus. Mereka juga ahli ketahui mengonsumsi buah-buahan, terutama yang berasal dari pohon beringin (Ficus benjamina) dan dahu (Dracontomelon dao).

Meski begitu, sebagian besar waktu kuskus beruang Sulawesi mereka habiskan untuk tidur. Spesies ini memang beraktivitas pada siang hari, namun hanya keluar dari sarangnya saat merasa lapar.

Selain ‘malas,’ keluarga kuskus-kuskusan biasanya cenderung pemalu. Mereka tergolong satwa penyendiri, hanya berkumpul dalam kelompok kecil (berisik induk dan anakan) saat musim kawin.

Jika kita perhatikan, karakteristik hewan kuskus memang cukup mirip dengan kukang (Nycticebus). Keduanya memiliki pergerakan yang lambat, serta hanya akan bersuara saat merasa terancam.

Status Konservasi Kuskus Beruang Sulawesi

Menurut SK Menteri Kehutanan tanggal 8 September 1992 No. 882/Kpts/11/1992, status konservasi kuskus beruang Sulawesi atau Memu (julukan dari masyarakat Bugis) tergolong terancam punah.

Melalui Peraturan Pemerintah (Permen) No. 7 tahun 1992, populasi hewan ini pemerintah nyatakan dilindungi oleh negara. Karena itu, segala bentuk perburuannya dinyatakan ilegal dan terlarang.

Melansir berbagai sumber, merosotnya populasi A. urinus disebabkan oleh praktik perdagangan liar. Habitatnya pun pakar ketahui sudah semakin rusak, akibat alih fungsi lahan secara besar-besaran.

Untuk menanggulangi masalah ini, pemerintah secara intensif melakukan pengontrolan terhadap kuskus beruang Sulawesi di beberapa taman nasional seperti Wartabone, Lore Lindu, dan Morowali.

Selain itu, spesies satwa endemik tersebut juga bisa Anda temukan di Cagar Alam Tangkoko-Duasudara, Kecamatan Bitung Utara, Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara.

Taksonomi Spesies Kuskus Ailurops Ursinus

Penulis: Yuhan Al Khairi

Top
You cannot copy content of this page