Hiu Goblin, Ikan Laut Dalam yang Tubuhnya Kemerahan

Reading time: 2 menit
Ukuran tubuh hiu goblin yang tercatat ialah sekitar 5,4 hingga 6 meter. Foto: Inaturalist

Goblin mungkin sudah tidak asing lagi bagi kebanyakan orang, karena kerap muncul dalam serial drama atau film. Goblin sendiri merupakan makhluk mitologi yang orang Eropa dan Asia percayai memiliki kekuatan supranatural. Di kedalaman laut, terdapat salah satu ikan yang dikenal dengan nama hiu goblin, yakni Mitsukurina owstoni.

Satwa yang berasal dari famili Mitsukurinidae ini pertama kali Jordan deskripsikan pada tahun 1898, sebagai Mitsukurina. Lalu Woodward tahun 1889 mendeskripsikan genus ini menjadi sinonim fosil Scapanorhynchus. Namun hingga kini hubungan antara kedua genus ini masih jadi perdebatan. Nama ilmiah sinonim lainnya ialah Odontaspis nautus, Scapanorhynchus jordani, atau Scapanorhynchus dofleini.

Hiu Goblin Bertubuh Lembek dan Berwarna Kemerahan

Hiu goblin mudah dikenali karena bentuk moncongnya serta deretan gigi runcingnya yang khas. Memiliki kepala yang panjang, mata kecil, lima lubang insang yang pendek, serta tubuh yang cenderung lembek.

Hiu ini juga memiliki sirip ekor yang panjang tanpa cuping di perut, serta lekukan di dekat ujungnya. Selain itu, juga terdapat sirip dada yang pendek dan lebar, sirip punggung kecil, berbentuk bulat dan berukuran sama.

Tak seperti hiu pada umumnya, hiu goblin tampak berwarna putih kemerahan, karena pembulu darahnya yang terlihat melalui kulit. Namun, bagian siripnya cenderung berwarna abu-abu kebiruan. Ketika masih muda, hiu ini berwarna putih seperti hantu, seiring bertambahnya usia warna merah pada tubuhnya akan semakin jelas terlihat.

Ukuran tubuh hiu goblin yang tercatat ialah sekitar 5,4 hingga 6 meter, tapi hingga kini masih belum jelas ukuran maksimum sebenarnya spesies ini di alam. Umumnya hiu goblin jantan dewasa berukuran antara 2,6 hingga 3,8 m dan betinanya berukuran antara 3,3 hingga 3,7 m, dengan spesimen terkecil yang pernah ditemui berukuran 1 m.

Hidup di Zona Mesopelagis

Satwa ini hidup di zona mesopelagis yang sebagian besar hidup di dekat lereng benua kedalaman 270 hingga 960 m. Di samping itu, individu hiu goblin terdalam yang pernah tercatat berada pada kedalaman 1.300 m. Meskipun begitu, di beberapa waktu tertentu ikan ini juga muncul di dekat permukaan di perairan terbuka.

Sementara distribusinya telah tersebar luas mulai dari Samudra Atlantik, Samudra Hindia, lepas pantai California, Teluk Meksiko, Pasifik Barat, lepas pantai Jepang, Australia, hingga Indonesia. Pernah pula ada laporan, mereka muncul di perairan Pelabuhan Ratu, Jawa Barat pada tahun 2009 dan perairan Aceh tahun 2019.

Mulutnya Dapat Ditarik dan Dijulurkan

Salah satu ciri khasnya yang menonjol ialah mulutnya yang dapat mereka tarik ke posisi di bawah mata, atau menjulur ke depan di bawah moncongnya. Kemampuan ini mereka gunakan untuk menangkap mangsanya, seperti ikan, cumi-cumi, dan krustasea.

Selain itu, mereka memiliki pori-pori besar di bawah moncongnya. Pori-pori tersebut merupakan bukaan luar dari ampula Lorenzini atau organ pendeteksi listrik. Oleh sebab itu, hiu goblin memburu mangsanya dengan mendeteksi medan listrik yang ada.

Taksonomi Hiu Goblin

Penulis : Anisa Putri

Editor : RIK

Top