Kupu-Kupu Eggfly, Si Cantik yang punya Corak Kebiruan

Reading time: 3 menit
Kupu-kupu ini ada di daerah tropis dan subtropis. Foto: Freepik

Dari sekian banyak jenis kupu-kupu yang hidup di dunia, great eggfly atau kupu-kupu eggfly dianggap sebagai salah satu spesies yang terindah. Tidak cuma memiliki warna yang unik, kelompok jantan dan betinanya pun dapat kita bedakan melalui corak tubuhnya.

Great eggfly dikenal dengan nama ilmiah Hypolimnas bolina. Kupu-kupu ini tergabung dalam famili Nymphalidae, yang notabene-nya bisa kita kenali dari sepasang tungkai pendek pada bagian depan tubuhnya.

Tidak cuma itu, spesies Nymphalidae juga tersohor akan keindahan corak sayapnya. Kelompok ini umumnya mempunyai sayap dengan kombinasi warna yang cerah seperti kuning, biru, merah dan hijau.

Kupu-kupu eggfly sendiri memiliki dimorfisme seksual yang tinggi. Spesies jantan dapat kita identifikasi dari warna tubuhnya yang gelap, sedangkan betina terlihat lebih terang dan cenderung lebih variasi.

Morfologi dan Ciri-Ciri Kupu-Kupu Eggfly

Kata eggfly disinyalir merupakan serapan dari bahasa Inggris eggplant atau “terung.” Penamaan ini merujuk pada tampilan tubuh penjantan, yang memiliki sayap berwarna hitam dengan corak biru keunguan.

Warnanya tersebut memang mengingatkan kita terhadap buah terong. Selain itu, kelompok pejantan juga memiliki corak berupa bintik-bintik putih pada bagian depan dan belakang sayapnya.

Sedangkan betina, umumnya memiliki warna dasar cokelat dengan corak bintik-bintik dan pita berwarna putih serta oranye. Mereka juga mempunyai sedikit corak biru pada bagian depan sayapnya.

Menurut riset, warna sayap kupu-kupu eggfly turut dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Karena itu, kelompok kupu-kupu di daerah dingin biasanya berwarna lebih gelap daripada kupu-kupu di kawasan tropis.

Baik jantan maupun betina, keduanya mempunyai toraks (punggung), kepala dan mata berwarna hitam pekat. Spesies ini tergolong sebagai kupu-kupu berukuran sedang dengan rentang sayap sekitar 60–80 mm.

Habitat dan Distribusi Kupu-Kupu Eggfly

Kupu-kupu eggfly sebagian besar ditemukan di daerah beriklim tropis dan subtropis. Habitat utamanya dalah area hutan basah dan kering (seperti sabana tropis), hutan hujan, serta area semak belukar.

Selain itu, spesies H. bolina juga cukup jamak dijumpai pada area taman, kebun, irigasi dan sungai. Mereka hidup secara berkelompok, terlihat terbang rendah dan sesekali hinggap di tanah untuk berjemur.

Melansir berbagai sumber, populasi great eggfly terdistribusi di seluruh wilayah Asia Tenggara dan Indo-Australia. Mereka juga tersebar sampai ke Madagaskar, kepulauan Pasifik Selatan, serta wilayah Asia Selatan.

Di alam liar, kupu-kupu ini menjadikan beberapa spesies tumbuhan sebagai inang. Dari 28 jenis inang yang berhasil ahli identifikasi, tiga di antaranya adalah bunga tahi ayam, putri malu dan kembang sepatu.

Inang atau hostplant menyediakan makanan bagi larva dan kupu-kupu dewasa. Mereka menyerap nektar dan serbuk sari tanaman tersebut, sehingga turut membantu proses penyerbukan tumbuhan.

Perilaku dan Siklus Hidup Kupu-Kupu Eggfly

Spesies pejantan lebih bersifat teritorial. Mereka dapat bertahan hidup di lokasi yang sama selama 54 hari, terutama jika di kawasan tersebut tersedia sumber makanan melimpah dan dihuni oleh banyak betina.

Berbeda dengan spesies Hypolimnas lain, kupu-kupu eggfly betina hanya menghasilkan satu sampai dua butir telur dalam sekali berbiak. Telurnya itu berwarna hijau pucat, berbentuk bundar dan mengkilap.

Pada umumnya, telur-telur great eggfly diletakkan pada bagian bawah daun. Mereka menetas setelah 3 hari di bawah suhu inkubasi konstan, yang rata-rata mencapai 25 derajat Celsius.

Larva yang baru menetas akan memakan cangkangnya sendiri sebelum melumat daun yang ada di sekitarnya. Lalu mereka akan pergi untuk mencari inang yang baru, sebelum akhirnya menjadi kepompong.

Proses dari kepompong menjadi kupu-kupu memakan waktu 7–8 hari. Kepompong memiliki warna cokelat dengan corak abu-abu, sedangkan ulat atau larvanya memiliki tubuh hitam dan kepala berwarna oranye.

Taksonomi Spesies Hypolimnas Bolina

Penulis : Yuhan al Khairi

Top

You cannot copy content of this page