Kuntul Kerbau, Spesies Penyeimbang Ekosistem Sawah

Reading time: 2 menit
Burung Kuntul Kerbau
Foto: shutterstock

Burung merupakan satu-satunya hewan berbulu dan vertebrata selain kelelawar, yang memiliki sayap dan kemampuan kuat untuk terbang (Birdlife International, 2011). Dari berbagai spesies, burung air adalah jenis yang seluruh hidupnya berkaitan dengan daerah perairan atau lahan basah.

Burung kuntul termasuk ordo Ciconiiformes. Umumnya unggas di ordo ini berukuran tubuh relatif besar, berkaki dan berparuh panjang, serta memiliki kepakan sayap yang lambat. Sebagian besar di antaranya terlihat sangat berbeda dibandingkan burung lain yang hidup di air atau dekat air karena kakinya yang panjang. Ciconiiformes tidak dapat menggunakan kakinya untuk berlari dengan cepat, gaya berjalannya cenderung lambat tetapi teratur.

Baca juga: Kerang Pisau, Moluska yang Unggul Beradaptasi

Kuntul kerbau atau Bubulcus ibis merupakan burung terkecil dari bangsa kuntul-kuntulan. Ukurannya sekitar 50 sentimeter. Pada saat musim tidak berbiak, bulu burung berwarna putih dengan sapuan jingga pada dahi. Sedangkan pada saat berbiak warnanya berubah dengan ciri corak jingga pupus di kepala, leher, dan dada.

Burung ini memiliki keunikan karena staminanya yang kuat. Mereka sanggup menyeberangi Sahara dan menempuh jarak 4.000 kilometer yang memisahkan Afrika Barat dari Amerika Selatan. Ketika berkembang biak, burung kuntul kerbau senang tinggal di sebuah pohon besar bersama spesies lain seperti burung cangak atau bangau. Kebersamaan ini dinilai dapat membuat para pemangsa enggan mendekat.

Burung Kuntul Kerbau

Foto: shutterstock

Burung kuntul kerbau mencari makanan di area persawahan yang baru dibajak atau ditanami. Mereka sering ditemukan juga di padang rumput dengan sapi dan kerbau. Pada sore hari kelompok kecil terbang rendah dalam barisan perairan menuju tempat istirahat. Pada areal persawahan, burung-burung ini seringkali mengikuti petani yang sedang membajak atau mengolah tanah.

Di daerah pertanian, kuntul kerbau banyak dijumpai karena berkaitan dengan sumber makanan mereka yakni serangga yang terdapat pada daerah tersebut. Selain memangsa insekta, kuntul kerbau juga mengonsumsi binatang-binatang kecil di areal persawahan seperti tikus, keong, ular, kodok, dan ikan. Spesies burung ini memiliki fungsi sebagai penyeimbang yang mengendalikan hama serangga maupun hewan kecil lain di sawah dan lahan basah.

Baca juga: Walet Linchi Menghasilkan Sarang yang Bernilai Tinggi

Berdasarkan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat (2017), kuntul kerbau termasuk satwa dilindungi sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Ketetapan tersebut diatur lebih lanjut dalam lampiran Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa.

Taksonomi Burung Kuntul Kerbau

Penulis: Sarah R. Megumi

Top
You cannot copy content of this page