Jamur Kancing – Populer sebagai Makanan, Baik untuk Kesehatan

Reading time: 3 menit
Jamur Kancing. Foto: Shutterstock

Jamur Kancing atau Champignon (Agaricus bisporus) adalah sejenis jamur pangan yang banyak publik budidayakan sebagai komoditas pasar. Ia mempunyai nilai ekonomis yang tinggi, sebab ahli sinyalir menyimpan segudang manfaat bagi kesehatan.

Seperti namanya, tampilan fungi A. bisporus memang tampak seperti kancing. Ia memiliki bentuk yang nyaris bulat sempurna, dengan karakteristik warna putih bersih, krem, hingga cokelat muda.

Berdasarkan tinjauan sejarah, jenis jamur ini pertama kali awam budidayakan pada abad ke-17. Mencuat dan populer di negara Perancis, A. bisporus lantas menyebar ke hampir seluruh dunia.

Mengingat distribusinya yang cukup luas, sebutan bagi spesies jamur kancing terbilang beragam seperti Table MushroomWhite MushroomCommon Mushroom, serta Cultivated Mushroom.

Mengenal Morfologi dan Ciri-Ciri Jamur Kancing

Morfologi atau ciri-ciri jamur kancing memang berbeda dibanding jamur pada umumnya. Struktur tubuh mereka ahli bagi menjadi dua bagian, yakni miselium dan buah.

Bagian buahnya sendiri bisa kita jabarkan kembali ke dalam beberapa segmen, seperti bagian tudung, bilah, cincin, hingga tangkai jamur. Agar tidak bingung, simak ulasannya berikut ini.

1. Miselium Jamur Kancing

Miselium table mushroom terletak di bagian bawah jamur tersebut. Ini merupakan bagian vegetatif yang berfungsi sebagai penyerap bahan makanan (organik) dari inang pohon yang ia tumpangi.

Bagian vulva dan talus champignon bisa kita temukan di miselium. Talus tersusun atas benang-benang yang halus, sedangkan vulva adalah bagian pembungkus yang letaknya tak jauh dari talus.

2. Tudung atau Pileus

Tudung atau pileus adalah bagian pelindung jamur. Saat usia muda, tudung jamur kancing cenderung diselimuti oleh selaput. Namun, ketika sudah menginjak usia dewasa selaput tersebut akan pecah.

3. Bilah Jamur Champignon

Bagi para ilmuwan, bilah mereka sebut sebagai lamella. Bagian ini terletak di bawah tudung dengan bentuk helaian yang berbilah-bilah. Fungsinya untuk memberikan sokongan pada tudung jamur.

4. Cincin Jamur Kancing

Annulus atau awam sebut sebagai cincin jamur terbentuk akibat terpisahnya bagian tudung dan bilah saat usia dewasa. Ia memiliki bentuk seperti cincing yang melingkar pada tangkai jamur.

5. Tangkai Champignon

Tangkai jamur champignon alias kancing berbentuk tegak vertikal. Ia terletak pada bagian bawah permukaan tudung, serta memiliki ukuran yang relatif lebih pendek dibanding jenis jamur lainnya.

Bagian tangkai sendiri terbilang cukup penting bagi berkembangbiakkan fungi ini. Selain bertugas sebagai penopang, tangkai jamur kancing juga berguna sebagai tempat hidup daging buah.

Sejarah Penyebaran Jamur Kancing di Dunia

Sejak 3.000 tahun lalu, berbagai spesies jamur sejatinya telah publik manfaatkan sebagai olahan makanan. Namun baru seribu tahun setelahnya, ia mulai ahli gunakan sebagai ramuan obat.

Cina adalah salah satu negara yang mempopulerkan jamur untuk kebutuhan medis. Meski begitu, fungi ini pakar sinyalir telah tumbuh secara alami di Eropa sejak zaman Romawi dan Yunani kuno.

Di negara Perancis, jenis jamur kancing atau A. bisporus akrab dengan julukan Champignon de Paris. Kalimat ini lantas dipersingkat menjadi ‘champignon,’ untuk mewakili seluruh spesies fungi.

Berdasarkan habitatnya, suhu yang cocok bagi perkembangbiakkan jamur ini berkisar 17 – 20 Celsius. Karena itu, white mushroom tergolong cukup sulit untuk awam tanam di Indonesia.

Dataran Tinggi Dieng, Purwokerto, Probolinggo, dan Pangalengan merupakan kawasan budi daya champignon. Ia petani ekspor dari Tanah Air untuk kebutuhan pangan dan industri kosmetik.

Kandungan Nutrisi dan Manfaat Jamur Kancing

Di pasaran jamur kancing umumnya pedagang jual dalam bentuk segar maupun kalengan. Ia kerap publik manfaatkan sebagai campuran omelet, pizza, kaserol, gratin, hingga pelengkap salad.

Jika sedang kita olah menjadi masakan, aroma jamur yang satu ini terbilang cukup unik. Cita rasanya pun tergolong tidak biasa, sebab cenderung agak manis namun bertekstur seperti daging.

Melansir berbagai sumber, kandungan lemak common mushroom terhitung sangat minim. Ia pakar klaim bebas dari sodium, namun kaya akan vitamin B dan mineral, seperti fosfor dan potassium.

Karena itu dalam sejumlah jurnal kesehatan, jamur kancing pakar sebut-sebut bermanfaat untuk menangkal beragam penyakit layaknya kolesterol, serangan jantung, penyakit tulang, dan kanker.

Bahkan pada “Journal of Agricultural and Food Chemistry” (2010), A. bisporus ahli sebut memiliki kandungan ergosterol yang tinggi, sehingga berkhasiat untuk meningkatkan antioksidan tubuh.

Taksonomi Jamur Kancing

Penulis : Yuhan Al Khairi

Top
You cannot copy content of this page