Mengenal Pinus Longaeva, Salah Satu Pohon Tertua di Dunia

Reading time: 2 menit
Pinus ini tertua di dunia dan usianya mencapai 5.000 tahun. Foto: Shutterstock

Di dunia ini, terdapat beberapa jenis tumbuhan yang mampu bertahan hidup dalam waktu sangat panjang. Namun, tahukah Anda jenis pohon tertua di dunia? Namanya adalah Pinus longaeva, anggota keluarga Pinaceae yang kini berusia sekitar 5.000 tahun.

Longaeva atau atau biasa awam sebut Great Basin bristlecone pine merupakan spesies pinus bristlecone yang berasal dari negara bagian California, Nevada dan Utah, Amerika Serikat.

Mereka tergabung dalam ordo Pinales dan subgenus Strobus. Spesiesnya berkerabat dengan pinus buntut rubah (P. bafouriana) dan pinus bristlecone Pegunungan Rocky (P. aristata).

Walau letak pastinya tidak dipublikasi, spesies ini ahli yakini tumbuh di wilayah pegunungan. Mereka sangat rentan terhadap api dan kerusakan sehingga perlu kita jaga kelestariannya.

Morfologi dan Ciri-Ciri Pinus Longaeva

Pohon tertua ini sebenarnya tumbuh dalam ukuran sedang. Tingginya mencapai 5-15 meter dengan diameter batang berkisar 2,5-3,6 meter, serta memiliki warna oranye-kuning cerah.

Kulit bristlecone pine cenderung tips dan bersisik di bagian pangkal batang. Daunnya yang berjarum terlihat gemuk dengan panjang 2,5-4 cm serta memiliki warna hijau kebiru-biruan.

Uniknya, jangka waktu mekar daun Pinus longaeva terhitung sangat panjang. Pada beberapa individu, ahli mengetahui bahwa daun tersebut selalu hijau (evergreen) selama 45 tahun.

Buah pinus ini berbentuk telur silinder dengan panjang 5-10 cm dan lebar 3-4 cm. Warnanya terlihat hijau atau ungu saat tumbuh, namun berubah oranye-buff saat berusia 16 bulan.

Secara keseluruhan, tampilan pohon Pinus longaeva tampak berbonggol dan kerdil. Kulitnya memiliki tekstur bercelah yang cukup dalam, mirip seperti pohon pinus pada umumnya.

Distribusi dan Habitat Pinus Longaeva

Di kawasan California, pertumbuhan bristlecone pine terbatas di wilayah Pegunungan Putih (White Mountains), Pegunungan Inyo, serta kawasan Panamint di daerah Mono dan Inyo.

Di Nevada, mereka dilaporkan berbiak di Pegunungan Springs dekat Las Vegas utara hingga Pegunungan Ruby. Sedangkan di Utah, populasinya ahli temukan di sekitar Wasatch Range.

Melansir berbagai sumber, Pinus longaeva tumbuh di area tegakan yang terbuka. Mereka tidak membentuk hutan lebat, tajuknya hanya menutupi 5-50% area pertumbuhannya.

Menariknya lagi terdapat beberapa pinus lain yang tumbuh di habitat tersebut, seperti jenis ponderosa pine (P. ponderosa), white fir (Abies concolor), hingga limber pine (P. flexilis).

Status konservasi Pinus longaeva, menurut IUCN Red List, berada pada level least concern. Tren populasinya cukup stabil, sebab spesiesnya turut dilindungi oleh otoritas setempat.

Pohon Pinus Longaeva Tertua di Dunia

Pinus longaeva tertua di dunia diukur oleh Tom Harlan, peneliti di Laboratory of Tree-Ring Research, tahun 2010. Pohon ini berusia 5.062 tahun dan tertanam di White Mountains.

Ketika Harlan meninggal pada tahun 2013, data terkait pohon itu tidak dapat ahli temukan. Sehingga sampai saat ini, spesimen dan keberadaannya belum dapat pakar publikasikan.

Selain pohon temuan Harlan, ada pula spesies Pinus longaeva lain yang mencapai usia 4.853 tahun. Pohon ini ahli sebut “Metusalah,” serta ditemukan pula di wilayah White Mountains.

White Mountains memang terkenal sebagai habitat bristlecone pine. Pada lereng utara rata-rata usia pohon mencapai 2.000 tahun, sedangkan di lereng selatan berkisar 1.000 tahun.

Kayu bristlecone pine juga tersohor akan kualitas dan daya tahannya. Pohon-pohon yang telah mati dapat mencapai usia 7.000 tahun, terpacak (terjebak) di samping spesies yang masih hidup.

Taksonomi Great Basin Bristlecone Pine

Penulis : Yuhan al Khairi

Top