Giant Water Lily, Teratai Raksasa yang Mampu Menahan Beban 50 Kg

Reading time: 2 menit
Giant Water Lily ini mampu menahan beban hingga 50 kg. Foto: Shutterstock

Giant water lily merupakan spesies teratai terbesar yang ada di dunia. Tanaman ini pertama kali ahli temukan pada tahun 1801, lalu diberi nama Victoria amazonica untuk menghormati Ratu Victoria dari Britania Raya.

Tidak cuma populer di Inggris, spesies V. amazonica nyatanya adalah flora identitas Guyana. Kelompoknya ilmuwan gabungkan ke dalam ordo Nymphaeales serta famili Nymphaeaceae.

Pada mulanya, ahli mengidentifikasi tumbuhan ini sebagai Eurgale amazonica. Akan tetapi berdasarkan riset DNA lanjutan, diketahui jika giant water lily berasal dari genus berbeda.

Selain E. amazonica, teratai ini dikenal pula dengan nama V. regina, V. regia, dan Nymphaea victoria. Tampilan bunganya terbilang sangat cantik, namun hanya mekar saat malam hari.

Morfologi dan Ciri-Ciri Giant Water Lily

Seperti namanya, giant water lily dapat kita cirikan dari ukuran daunnya yang besar. Tidak main-main, diameter daun tersebut dapat mencapai 3 meter dengan panjang 7-8 meter.

Permukaan daun tampak datar dengan tepian mencuat ke atas. Bagian bawahnya tertutupi oleh duri, yang berguna untuk membantu rusuk-rusuk daun menahan beban saat di atas air.

Bunganya sendiri tumbuh hingga ukuran 40 cm. Ini terjadi selama satu musim penuh dengan bantuan kumbang dari genus Cyclocephala, yang meningkatkan proses penyerbukan bunga.

Saat baru mekar, bunga V. amazonica berwarna putih dan mengeluarkan aroma yang wangi. Akan tetapi, warnanya akan berubah menjadi merah muda kemerahan saat telah diserbuki.

Melansir berbagai sumber, daun giant water lily dapat menahan beban hingga 50 kg (2-3 bayi). Usia tanaman ini terbilang cukup pendek, sebab hanya bertahan sekitar 2-3 hari saja.

Habitat dan Distribusi Giant Water Lily

Spesies V. amazonica merupakan tanaman asli Amerika Selatan tropis dan Guyana. Mereka dapat kita temukan di perairan dangkal Sungai Amazon, seperti Danau Oxbow dan Bayous.

Di luar habitat aslinya, pertumbuhan giant water lily tidak terjadi sepanjang tahun. Di Inggris misalnya, tumbuhan ini hanya berkembang selama musim panas ketika iklim terasa hangat.

Namun budi daya V. amazonica sejatinya tidak mudah. Untuk memindahkan teratai raksasa ke luar habitatnya, perlu waktu bertahun-tahun sampai tanaman tersebut akhirnya berbiak.

Proses penanaman ini dua orang dokter, Rodie dan Lucky lakukan pada tahun 1848 di Inggris. Mereka menanam giant water lily pada Februari 1848, kemudian berbunga pada November 1848.

Kini, budi daya V. amazonica dapat kita jumpai hampir di seluruh negara. Mereka tertanam di berbagai kebun raya, termasuk Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, yang LIPI kelola.

Karakteristik Spesies Giant Water Lily

Duri di bagian bawah daun giant water lily nyatanya tidak hanya berfungsi sebagai penahan beban saja. Lebih dari itu, ini berguna sebagai alat pertahanan diri dari ancaman pemangsa.

Bahkan, duri-duri tersebut juga terdapat di tangkai daun, kelopak dan tangkai bunga. Bila tersentuh, durinya ini dapat menimbulkan sensasi panas dan gatal pada permukaan kulit.

Di habitat aslinya, bunga V. amazonica pertama kali terbuka saat matahari mulai terbenam. Proses ini memakan waktu hingga 48 jam, sampai akhirnya bunya mekar secara sempurna.

Jika kita telaah lebih jauh, aroma yang dikeluarkan bunga ini berbau seperti nanas. Baunya ini berguna menarik perhatian kumbang, yang membawanya masuk ke bagian dalam bunga.

Kumbang akan terperangkap di dalam rongga bunga. Rongga ini terdiri atas jaringan kenyal dan bertepung (sumber makanan kumbang), yang akan terbuka pada keesokan harinya.

Taksonomi Spesies Victoria Amazonica

Penulis : Yuhan al Khairi

Top
You cannot copy content of this page