Pacet Macan, Cacing Penghisap Darah Berukuran Besar

Reading time: 3 menit
Pacet macan memiliki gigitan menyakitkan. Foto: Shutterstock

Pacet macan adalah sejenis hewan ektoparasit yang tergabung ke dalam genus Haemadipsa. Sama seperti lintah, hewan satu ini masih berkerabat dengan cacing tanah. Mereka memiliki badan yang ramping, namun dapat dibedakan melalui habitat dan morfologinya.

Lintah dan pacet adalah dua spesies cacing yang ahli golongkan ke dalam filum Annelida dan subkelas Hirudinea. Keduanya memiliki bentuk yang mirip sehingga sulit untuk diidentifikasi.

Secara umum, perbedaan lintah dan pacet terletak pada lingkungan hidupnya. Pacet banyak dijumpai di area padang rumput yang basah, sedangkan lintah umumnya hidup di sekitar air.

Tidak cuma habitat, morfologi pacet dan lintah juga memiliki sejumlah perbedaan. Misalnya spesies pacet macan, yang mempunyai ukuran tubuh lebih besar dari lintah pada umumnya.

Morfologi dan Ciri-Ciri Pacet Macan

Pacet macan dikenal juga sebagai pacet lompat atau lintah darat menyengat. Spesies ini ahli namai sebagai Haemadipsa picta, sejenis parasit yang dapat berkembang hingga 13–33 mm.

Seperti pacet kebanyakan, bentuk tubuh H. picta mengecil ke bagian depan. Diameter tubuh depannya (anterior) 1,3–2,5 mm, sedangkan tubuh belakang (posterior) sekitar 2,5–3,7 mm.

Punggung berwarna cokelat kemerahan; bergaris abu-abu kebiruan atau kuning–hijau. Tidak lupa juga ada 3–5 garis putus-putus bercorak hitam atau cokelat tua di dalam garis tersebut.

Selain itu, terdapat garis marginal memanjang dengan warna putih atau kuning pucat. Garis ini dibatasi oleh bintik-bintik berwarna gelap, dengan bagian perut bercorak cokelat–kuning.

Haemadipsa atau pacet biasanya memiliki lima pasang mata serta sebuah alat pengisap. Ada pula alat pelekat di belakang tubuhnya; yang dapat memipih sampai hampir sekecil benang.

Habitat dan Perilaku Pacet Macan

Pacet macan ditemukan di Pulau Kalimantan, Indocina dan Taiwan. Spesies ini pertama kali dideskripsikan oleh John Percy Moore, berdasarkan spesimen yang dikumpulkan di Sarawak.

Seperti yang telah disebutkan, pacet hidup di area rerumputan dan keluar selepas hujan. Ini dapat juga melekat pada dedaunan, batang pohon dan bebatuan di dekat tanah yang basah.

Daerah persawahan dan rawa-rawa juga termasuk habitat pacet. Sebagian besar spesiesnya hidup dengan menghisap darah mamalia mulai dari sedang hingga besar, termasuk manusia.

Namun mereka hanya menempel dan menghisap darah dari luar, tidak bisa menembus kulit. Gigitannya pun akan terlepas sendiri ketika sudah kenyang, biasanya dalam waktu 20 menit.

Apabila biasanya gigitan pacet tidak menimbulkan rasa sakit, beda halnya dengan spesies H. picta. Gigitan hewan ini cenderung agak menyakitkan dan butuh waktu untuk disembuhkan.

Cara Mengobati Gigitan Pacet Macan

Langkah atau cara pengobatan gigitan pacet macan sama saja dengan pacet pada umumnya. Pertama-tama cuci luka menggunakan air dan sabun, kemudian lakukan langkah berikut ini:

  • Jika terdapat bengkak dan nyeri, Anda dapat mengompres luka dengan kompres dingin
  • Apabila luka masih terus mengeluarkan darah, Anda dapat memberikan tekanan dengan kasa steril di atas luka hingga perdarahan berhenti
  • Bila terjadi infeksi pada luka, misalnya tampak bernanah atau mengeluarkan bau, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Perlu diingat, gigitan pacet juga dapat menimbulkan reaksi alergi berat yang disebut dengan reaksi anafilaksis. Reaksi anafilaksis dapat kita tandai dengan timbulnya gejala khusus, yaitu:

  • Ruam kemerahan pada seluruh tubuh disertai gatal
  • Sulit bernapas atau napas berbunyi
  • Bengkak pada wajah, bibir dan lidah
  • Penurunan tekanan darah dan detak jantung berdegup cepat
  • Gangguan kesadaran sampai dengan pingsan
  • Terkadang disertai mual, muntah, nyeri perut dan diare
  • Permukaan kulit terasa dingin.

Reaksi anafilaksis sendiri dapat terjadi dua jam pasca gigitan pacet. Apabila Anda mengalami gejala di atas, tindakan medis sangat dibutuhkan untuk menghindari risiko yang lebih berat.

Taksonomi Spesies Haemadipsa Picta

Penulis : Yuhan al Khairi

Top
You cannot copy content of this page