Ragam Hayati
Masyarakat Indonesia menggemari jenis cincau hijau karena fisik daunnya yang tipis dan lemas sehingga lebih mudah dibentuk menjadi gelatin atau agar-agar
Jenis pangan yang diserang kumbang beras atau Sitophilus oryzae L. seperti jagung, gandum, kedelai, kacang tanah, kacang kapri, dan kopra.
Buah mentimun mengandung zat-zat gizi yang cukup lengkap, yakni kalori, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, zat gizi, vitamin B, dan vitamin C.
Laor muncul ke permukaan air sebanyak satu kali dalam setahun, yaitu pada Maret atau April saat malam purnama maupun beberapa hari setelahnya.
Binturong memiliki ekor panjang yang dapat berfungsi sebagai kaki kelima. Ekor tersebut dapat digunakan juga sebagai alat berpegangan ke dahan pohon.
Secara umum tawon merupakan satwa predator, meskipun tawon cenderung tidak agresif dan menyerang kecuali diganggu atau merasa terganggu.
Buah avokad bervitamin B ini sangat bergizi karena mengandung 3 hingga 30 persen minyak dengan komposisi yang sama dengan minyak zaitun.
Di Indonesia, rayap tanah terdiri lebih kurang dari 200 jenis. Lima di antaranya tercatat sebagai perusak kayu dan bangunan.
Itik tegal merupakan salah satu rumpun itik lokal yang mempunyai sebaran geografis di Provinsi Jawa Tengah dan telah dibudidayakan secara turun-temurun.
Caisim diketahui bermanfaat untuk mencegah penyakit kanker karena di dalamnya mengandung senyawa fitokimia khususnya glukosinolat yang cukup tinggi.
Pisang tongka langiit atau Musa troglodytarum L. memiliki keunikan dibandingkan dengan varietas lainnya karena tandannya tumbuh ke atas langit.
Sebagai tanaman produksi dan konservasi, pohon sengon memiliki akar tunggang yang cukup kuat dan dapat menembus ke dalam tanah.
Kuau raja atau burung raksasa bermata seratus ini memiliki kemampuan penciuman dan pendengaran yang sangat tajam sehingga sukar ditangkap.










































