Tanaman Porang, Kerabat Bunga Bangkai yang Berkhasiat

Reading time: 3 menit
tanaman porang
Foto : wikipedia

Iles-iles atau tanaman Porang (Amorphophallus oncophyllus) merupakan tumbuhan penghasil umbi-umbian yang berasal dari Indonesia. Flora yang tergabung dalam genus Amorphophallus ini masih berkerabat dengan bunga bangkai, sehingga memiliki aroma dan bentuk yang khas.

Porang dapat tumbuh di sembarang tempat, ia sering ditemukan berada di pinggir hutan jati, di bawah rumpun bambu, area tepian sungai, semak belukar, serta di bawah aneka ragam naungan.

Pada mulanya, masyarakat awam menganggap tanaman ini sebagai tumbuhan liar. Namun seiring berjalannya waktu, para peneliti percaya bahwa iles-iles memiliki khasiat tinggi bagi kesehatan.

Pemanfaatan tanaman porang sejatinya sudah berlangsung cukup lama. Pemerintah Jepang bahkan sempat memaksa masyarakat mengumpulkan umbi tumbuhan ini untuk kebutuhan pangan mereka.

Mengenal Tanaman Porang lewat Morfologinya

Berdasarkan jurnal keluaran Puslitbang Tanaman Pangan (2015), ciri-ciri porang dapat kita lihat melalui batang, daun, bulbil atau katak, umbi, bunga, buah atau biji hingga akarnya, seperti:

1. Batang Porang

Batang tanaman porang memiliki tekstur yang halus dan juga lunak. Bagian tersebut umumnya tumbuh tegak, berwarna hijau atau hitam dengan belang-belang putih pada bagian umbinya.

Tergolong sebagai batang tunggal dan semu, bagian ini memiliki diameter antara 5 – 50 mm. Tangkainya berukuran 40 – 180 cm x 1 – 5 cm, bertekstur halus dan berwarna hijau kecokelatan.

2. Daun Tanaman Porang

Daun porang termasuk sebagai daun majemuk dengan lebar kanopi berkisar 20 – 150 cm. Warnanya tampak hijau muda hingga tua, dengan bagian anak helai berbentuk elips dan berujung runcing.

Warna tepian daun bervariasi mulai dari ungu muda, hijau, hingga kuning. Jika pertumbuhannya normal, setiap helai memiliki empat daun majemuk yang terdiri dari sepuluh helai daun.

3. Bulbil atau Katak

Katak yang dimaksud bukan hewan amfibi yang selama ini kita kenal. Di setiap pertemuan batang dan ketiak daun, akan tumbuh bintil berbentuk bulat simetris yang disebut katak atau bulbil.

Bulbil sendiri adalah umbi generatif yang dapat digunakan sebagai bibit. Diameter bulbil tanaman porang berkisar 10 – 45 mm, dengan bagian dalam dan luarnya berwarna kuning kecokelatan.

4. Umbi Porang

Umbi porang adalah jenis umbi tunggal, diameternya mencapai 28 cm dengan berat berkisar 3 kg. Permukaan luarnya berwarna cokelat tua, sedang bagian dalam berwarna kuning kecokelatan.

Bentuk umbi agak lonjong, berserabut akar dengan bobot 50 – 3.350 g (tergantung periode tumbuh). Bila umbi berbobot 200 – 250 g ditanam, maka akan menghasilkan 2 – 3 kg per pohon per musim.

5. Bunga Tanaman Porang

Bunga tanaman porang tumbuh dari umbi yang tidak ditumbuhi daun. Bagian ini terdiri atas atas seludang, putik, dan benangsari. Seludang berbentuk agak bulat, tegak, dan tinggi 20 – 28 cm.

Bagian bawahnya berwarna hijau keunguan dengan bercak putih, sedang bagian atas berwarna jingga berbercak putih juga. Bagian putik berwarna maron, dengan benangsari di bagian atasnya.

Secara keseluruhan bentuk bunga tampak seperti tombak tumpul, terdapat garis sepanjang 4 – 7 cm dengan tinggi 10 – 20 cm. Bagian tangkai memiliki panjang 25 – 45 cm dengan corak warna hijau.

6. Buah atau Biji

Bagian buah berwarna hijau muda, lalu berubah menjadi oranye-merah saat sudah masak. Bentuk tandan lonjong meruncing, tingginya mencapai 10 – 22 cm dengan buah rerata berkisar 300 biji.

Setiap buah mengandung setidaknya 2 biji. Umur pembungaan hingga masak mencapai 8 – 9 bulan dengan masa dormasi selama 1 – 2 bulan.

7. Akar Tanaman Porang

Akar porang tergolong akar primer yang tumbuh dari pangkal batang, sedang sebagian lain tumbuh menyelimuti umbi. Sebelum tumbuh daun, bagian akar akan muncul dalam waktu 7 – 14 hari.

Syarat Tumbuh dan Budidaya Tanaman Porang

Bagi yang berminat membudidayakan tanaman porang, terdapat syarat pertumbuhan yang harus kita penuhi agar flora tersebut dapat berkembang biak secara sempurna.

Melansir berbagai sumber, untuk mencapai produksi umbi yang tinggi diperlukan naungan 50 – 60%. Ia juga senang permukaan tanah rendah hingga 1.000 mdpl dengan suhu rerata 25 – 35 Celsius.

Curah hujan yang diperlukan tanaman ini berkisar 300 – 500 mm per bulan. Kondisi tanah yang mereka sukai umumnya bertekstur ringan, gembur, kaya hara, serta memiliki pengairan yang baik.

Jika ingin menanam iles-iles, pastikan media tanam yang Anda gunakan mengandung humus yang tinggi. Menurut pakar, flora berfamili Araceae ini membutuhkan pH tanah antara 6 – 7,5.

Sebagai informasi, tanaman porang sendiri tergolong sebagai tumbuhan obat. Mereka menyebar mulai dari Kepulauan Andaman, India, Myanmar, Thailand sampai dengan Indonesia.

Kegunaan dan Manfaat Tanaman Porang

Iles-iles merupakan jenis umbi-umbi yang berpontensi besar untuk dikembangkan di Tanah Air. Selain mudah diperoleh, ia juga mampu menghasilkan karbohidrat dengan tingkat panen tinggi.

Dalam bidang industri dan kesehatan, tepung umbi A. oncophyllus sering dimanfaatkan untuk diambil glukomannannya. Tepung ini bermanfaat sebagai bahan baku lem, kuliner, serta kosmetik.

Umbi tanaman porang dapat tumbuh hingga 5 kg, cita rasanya netral sehingga mudah untuk dicampurkan dengan berbagai bahan makanan seperti kue-kue dan jajanan tradisional.

Menurut ahli kesehatan tepung porang berkhasiat untuk menekan peningkatan kadar glukosa di dalam darah, serta mengurangi kadar kolesterol yang terkandung pada serum darah manusia.

Dalam fungsinya sebagai serat pangan, iles-iles ahli nilai mampu mencegah berbagai penyakit seperti kanker usus besar, kardiovaskular, kegemukan, kolesterol tinggi, hingga kencing manis.

Taksonomi Tanaman Porang

Penulis : Yuhan Al Khairi

Top
You cannot copy content of this page