Acil Bimbo, Citarum Tanggung Jawab Bersama

Reading time: 2 menit
Acil Bimbo. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Bandung (Greeners) – “Harmoni di dalam kehidupan, air harus tetap terjaga.” Begitulah orasi dari Acil Darmawan Hardjakusumah atau yang lebih dikenal sebagai Acil Bimbo saat dijumpai Greeners pada acara peringatan Hari Bumi di Hutan Kota Babakan Siliwangi, Bandung, Rabu (22/04).

Musisi sekaligus budayawan dan pemerhati lingkungan di tatar Sunda ini sangat menekankan pentingnya menjaga air mulai dari hulu hingga hilir yang sangat berpengaruh besar bagi kehidupan. Berbicara air di Jawa Barat, khususnya di Kota Bandung, tentu tidak akan lepas dari permasalahan tercemarnya sungai Citarum. Sungai yang berhulu di selatan kota Bandung ini, kini sudah sangat tercemar oleh limbah yang dibuang begitu saja dari pabrik-pabrik yang berada di jalur aliran Citarum.

Menurut Acil, upaya perbaikan Citarum harus melibatkan masyarakat luas, dimana masyarakat dituntut untuk memiliki rasa cinta dan tanggung jawab terhadap lingkungannya. Acil melanjutkan bahwa jika rasa cinta dan tanggung jawab telah dimiliki masyarakat, maka otomatis pencemaran yang terjadi di Sungai Citarum bisa terselesaikan.

“Di dalam budaya nomor satu adalah membangun cinta dan tanggung jawab terlebih dahulu terhadap Citarum yang merupakan sumber untuk kehidupan semua,” ungkap Acil yang juga pentolan DPKLTS (Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda).

Acil Bimbo berorasi di Hutan Kota Babakan Siliwangi, Bandung, Rabu (22/04). Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Acil Bimbo berorasi di Hutan Kota Babakan Siliwangi, Bandung, Rabu (22/04). Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Penegakan hukum yang masih lemah masih menjadi kendala. Menurut Acil, pelanggaran yang dilakukan pabrik-pabrik “nakal” yang membuang limbah ke sungai tidak diselesaikan dengan baik oleh penegak hukum. Maka dari itu, dengan lantang Acil menyerukan kepada masyarakat untuk bangkit bersama membenahi Citarum.

“Rakyat harus bangkit! Carekan ku kabeh, hudang kabeh! (Marahi oleh semua! Bangkit semua!), mereka jangan sampai membuang limbah ke sumber-sumber air yang digunakan masyarakat,” kata Acil dengan nada tegas.

Menurut Acil, pencemaran Sungai Citarum merupakan tanggung jawab semua pihak, mulai dari masyarakat, pengusaha, dan tentunya pemerintah kota/daerah hingga pemerintah pusat.

Penulis: RA/G11

Top
You cannot copy content of this page