Darius Sinathrya, Penanggulangan Bencana Alam Bukan Sekadar Proyek

Reading time: 2 menit
Darius Sinathrya. Foto: greeners.co/Renty Hutahaean

Jakarta (Greeners) – Sempat menjadi pemandu sebuah acara diskusi nasional yang diadakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dua bulan lalu, membuka wawasan Darius Sinathrya terhadap bencana alam dan perubahan iklim.

“Diskusi ini cukup menarik karena beberapa provinsi bahkan kabupaten sudah sangat aware dengan hal ini, namun ada beberapa yang belum. Disana mereka bertemu. Bupati yang sudah aware berbagi pengalaman bagaimana langkah preventif supaya masyarakat siap dan tanggap saat bencana itu terjadi,” ujar Darius yang ditemui usai menyaksikan peluncuran film terbarunya “Pendekar Tongkat Emas” di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut Darius, banyak hal positif yang bisa dilakukan oleh pemerintah untuk mencegah perubahan iklim dan penanggulangan bencana alam, khususnya pemerintah di daerah. Namun, masalah dana menjadi isu klasik yang kerap dilontarkan manakala membahas ketersediaan fasilitas untuk dua isu penting ini.

“Padahal, untuk melakukan langkah-langkah preventif sebenarnya tidak perlu dana yang besar, melainkan program dan sistem yang jelas sehingga masyarakat dilibatkan dan diberdayakan,” ujarnya.

Presenter yang sering memandu acara olahraga di televisi ini menyontohkan, kegiatan penanaman kembali terumbu karang, penanaman pohon, dan peremajaan hutan bisa dilakukan pemerintah daerah bersama-sama dengan masyarakat.

Terkait masalah dana, Darius mengingatkan bahwa program penanggulangan bencana dan pencegahan perubahan iklim seharusnya tidak dijadikan “proyek” oleh pemerintah sehingga pengadaan fasilitas pencegahan bencana tidak sia-sia.

Ayah dari tiga anak ini mengakui bahwa BNPB dan pemerintah sudah berupaya untuk menyediakan fasilitas peringatan dini terhadap bencana. Misalnya, sistem peringatan tsunami di Aceh dan sistem peringatan gempa bumi di beberapa pemukiman yang dekat dengan gunung berapi aktif. Namun, fasilitas ini seringkali tidak berguna karena sudah tidak berfungsi ketika bencana terjadi.

“Ini tugas pemerintah dan tugas masyarakat juga. Bagian sulitnya adalah kondisi sosial-ekonomi tidak membantu untuk masyarakatnya punya keinginan dan tanggung jawab untuk menjaga itu (fasilitas penanggulangan bencana). Dikalahkan oleh urusan perut. Semua harus berkontribusi,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, bahwa pencegahan bencana alam bukan sekadar membangun berbagai fasilitas, tetapi lebih luas lagi, yaitu mengajarkan masyarakat bagaimana hidup berdampingan dengan alam.

“Kita harus mulai dari diri kita sendiri, baru ke keluarga dan masyarakat untuk membuat sebuah perubahan. Tidak bisa kita pengin langsung yang besar tanpa disertai kesadaran untuk melakukan hal-hal kecil menjadi lebih baik setiap harinya, setiap waktu,” ujar suami dari Donna Agnesia ini mengingatkan.

(G08)

Top
You cannot copy content of this page