Lawuh Boled

Reading time: 1 menit

Judul Film : Lawuh Boled
Sutradara : Misyatun
Produksi : Pedati Film
Durasi : 8 Menit

Film ini menceritakan tentang seorang ibu bernama Sutimah yang berjuang untuk mendapatkan jatah beras miskin (raskin) bagi keluarganya. Kemiskinan membuat Sutimah hanya mampu menyediakan lawuh boled atau lauk ubi yang direbus bagi anak perempuannya.

Dalam upayanya mendapatkan beras, pengurus Rukun Tetangga atau RT di desanya bersikap acuh tak acuh melayani. Sutimah yang buta huruf pun salah mengambil kupon raskin. Di bawah panas terik matahari, kesabarannya mengantri di depan pos pengambilan raskin berujung sia-sia. Petugas menolak memberikan beras lantaran nama yang tertera di kopun tidak sama dengan nama Sutimah.

Meski film ini sarat kritik terhadap pemerintah terkait distribusi beras yang tidak merata di berbagai desa dan tempat terpencil lainnya di Indonesia, bukan berarti film ini membuat kening berkerut. Adegan percakapan Sutimah dengan RT maupun saat Sutimah memelas di depan petugas penjaga pos raskin mampu memancing tawa. Keluguan tokoh Sutimah yang bercakap dengan bahasa jawa banyumasan membuat kritik tampil tak kentara namun tetap terasa.

Cerita yang utuh dalam menggambarkan kesukaran masyarakat miskin untuk mendapatkan hak-haknya menjadi nilai tambah dalam film yang digarap Misyatun, pelajar asal Purbalingga. Karena itulah, film ini berhasil memenangkan penghargaan untuk kategori Film Pendek Fiksi pada South to South (StoS) Film Festival 2014. Sebelumnya, film ini juga dinobatkan sebagai Film Fiksi Pendek Pelajar Terbaik dalam ajang Malang Film Festival 2013 dan penghargaan kategori Film Pelajar Nasional di Festival Film Solo. (G08)

Top