Minyak Ganja: 10 Manfaat serta Efek Samping CBD Oil

Reading time: 4 menit
Sepuluh Manfaat Minyak Ganja Untuk Kesehatan
Sepuluh Manfaat Minyak Ganja Untuk Kesehatan. Foto: Shutterstock.

Legalisasi ganja tampaknya terus menjadi perdebatan di masyarakat. Ada yang kontra karena takut akan penyalahgunaan. Perdebatannya adalah ganja Indonesia mengandung sifat psikoaktif yang lebih tinggi daripada ganja Eropa dan Amerika. Ada juga yang pro untuk bahan kebutuhan medis dan peningkatan ekonomi negara. Manfaat medis dalam ganja ini datang dari minyak CBD atau cannabidiol, yaitu minyak yang terbuat dari ekstrak tanaman ganja, kemudian diencerkan dengan minyak kelapa atau rami.

Cannabidiol adalah obat alami populer yang bermanfaat menyembuhkan berbagai penyakit. Masyarakat Barat mengenal minyak ini dengan nama CBD, yang merupakan satu dari ratusan senyawa kimia cannabinoid yang ada pada tanaman ganja atau mariyuana, Cannabis sativa.

Tetrahydrocannabinol (THC) adalah senyawa psikoaktif utama pada ganja, yang menyebabkan sensasi euforia. Namun, tidak seperti THC, CBD bukanlah psikoaktif. Ini menjadikan CBD sebagai opsi bagi masyarakat yang ingin menghilangkan rasa sakit tanpa efek ganja atau obat-obatan tertentu yang memengaruhi pikiran.

Berikut adalah manfaat minyak ganja beserta bukti ilmiah:

Manfaat Kesehatan Minyak Ganja

1. Meredakan nyeri

Mariyuana telah digunakan untuk mengobati rasa sakit sejak 2900 SM. Baru-baru ini, para ilmuwan menemukan beberapa komponen dari mariyuana, termasuk CBD, merupakan salah satu senyawa yang bekerja sebagai penghilang rasa sakit.

Tubuh manusia mengandung sistem khusus yang bernama sistem Endocannabinoid (ECS), yang terlibat dalam mengatur berbagai fungsi termasuk tidur, nafsu makan, nyeri, dan respons sistem kekebalan tubuh. Tubuh memproduksi endocannabinoid, yang mengikat reseptor cannabinoid di sistem saraf.

Penelitian menunjukkan bahwa CBD dapat membantu mengurangi nyeri kronis dengan memengaruhi aktivitas reseptor endocannabinoid, mengurangi peradangan, dan berinteraksi dengan transmiter saraf.

2. Mengurangi kecemasan dan depresi

Kecemasan dan depresi adalah gangguan kesehatan mental umum yang dapat berdampak buruk pada kesehatan dan perilaku. Menurut World Health Organization (WHO), depresi adalah penyumbang kecacatan terbesar di seluruh dunia, sedangkan gangguan kecemasan menempati peringkat keenam.

Kecemasan dan depresi biasanya dipulihkan dengan obat-obatan yang dapat menyebabkan sejumlah efek samping termasuk kantuk, agitasi, insomnia, disfungsi seksual, dan sakit kepala. Apalagi, obat-obatan seperti benzodiazepin dapat membuat ketagihan dan dapat menyebabkan penyalahgunaan.

Dalam sebuah penelitian di Brasil, 57 pria menerima CBD oral atau placebo 90 menit sebelum mereka menjalani tes simulasi berbicara di depan umum. Para peneliti menemukan bahwa dosis CBD 300 mg adalah yang paling efektif dalam mengurangi kecemasan secara signifikan selama tes. Minyak CBD bahkan telah digunakan untuk mengobati insomnia dan kecemasan pada anak-anak dengan gangguan stres pasca-trauma.

3. Minyak ganja untuk kanker

Minyak ganja bermanfaat membantu mengurangi gejala yang berhubungan dengan kanker dan efek samping yang berhubungan dengan pengobatan kanker, seperti mual, muntah, dan nyeri.

Beberapa penelitian tabung bahkan menunjukkan bahwa CBD mungkin memiliki sifat antikanker. Misalnya, satu penelitian tabung reaksi menemukan CBD menyebabkan kematian sel kanker payudara manusia. Namun, ini adalah penelitian tabung. Perlu lebih banyak penelitian pada manusia untuk menilai kemanjuran dan keamanannya.

4. Minyak ganja untuk mengurangi jerawat

Jerawat adalah kondisi kulit umum yang mempengaruhi lebih dari 9% populasi. Penyebabnya terdiri dari sejumlah faktor, termasuk genetika, bakteri, peradangan, produksi sebum yang berlebihan, sekresi minyak oleh kelenjar, dan lain-lain. Berdasarkan studi ilmiah terbaru, minyak CBD dapat membantu mengobati jerawat karena sifat anti-inflamasi dan kemampuannya untuk mengurangi produksi sebum.

5. Berguna untuk orang dengan gangguan saraf

Salah satu manfaat minyak ganja yang paling banyak dipelajari adalah dalam mengobati gangguan neurologis seperti epilepsi dan sklerosis ganda. Meskipun penelitian di bidang ini masih tergolong baru, beberapa penelitian menunjukkan hasil yang menjanjikan.

Sativex, obat semprot oral yang terdiri dari CBD dan THC, telah terbukti aman dan efektif untuk mengurangi spastisitas otot pada penderita sklerosis ganda. Satu studi menemukan bahwa Sativex mengurangi kejang 75% dari 276 orang dengan sklerosis ganda yang mengalami kejang otot yang resisten terhadap obat-obatan. Studi lainnya, 214 orang dengan epilepsi parah mengalami pengurangan kejang. Namun, penting untuk dicatat bahwa beberapa orang dalam kedua penelitian ini mengalami reaksi terkait dengan pengobatan CBD, seperti kejang, demam, dan kelelahan.

Sepuluh Manfaat Minyak Ganja Untuk Kesehatan

Salah satu manfaat minyak ganja yang paling banyak dipelajari adalah dalam mengobati gangguan neurologis seperti epilepsi dan sklerosis ganda. Foto: Shutterstock.

6. Memelihara kesehatan jantung

Penelitian terbaru mengaitkan CBD dengan beberapa manfaat untuk jantung dan sistem peredaran darah, termasuk kemampuan menurunkan tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi berkaitan dengan risiko stroke, serangan jantung, dan sindrom metabolik.

7. Mengurangi gejala psikosis

Studi menunjukkan bahwa CBD memberikan efek antipsikotik sehingga membantu penderita skizofrenia dan gangguan mental lainnya.

8. Perawatan rehabilitasi narkoba

CBD telah terbukti mengubah sirkuit di otak yang terkait dengan kecanduan narkoba. Pada tikus, CBD telah terbukti mengurangi ketergantungan morfin dan perilaku mencari heroin.

9. Pencegahan diabetes

Pada tikus diabetes, pengobatan dengan CBD mengurangi diabetes hingga 56% dan secara signifikan mengurangi peradangan.

10. Memperlambat timbul atau berkembangnya penyakit alzheimer

Pada tahun 2014, sebuah penelitian pada hewan pengerat menunjukkan bahwa CBD bisa membantu orang mempertahankan kemampuan untuk mengenali wajah. Orang dengan Alzheimer bisa kehilangan kemampuan ini. Satu ulasan pada tahun 2019 juga menemukan bahwa CBD dapat membantu memperlambat adanya alzheimer.

Baca juga: Pemakaian Ekstrak Ganja Dinilai Redakan Stres pada Gajah

Efek Samping Minyak Ganja

Meskipun CBD umumnya ditoleransi dengan baik dan dianggap aman, namun dapat menyebabkan reaksi merugikan pada beberapa orang. Efek sampingnya meliputi diare, kerusakan hati, berkurangnya kesadaran, suasana hati yang kacau, perubahan nafsu makan dan berat badan, serta kelelahan.

Minyak ganja juga berinteraksi dengan beberapa obat. Sebelum Anda mulai menggunakan minyak CBD, diskusikan dengan dokter Anda untuk memastikan keamanan dan menghindari potensi yang berbahaya.

Penulis: Agnes Marpaung.

Sumber:

Healthline

Medical News Today

Top
You cannot copy content of this page