Melihat Warna Warni Indonesia Dalam 100 Hari Keliling Indonesia

Reading time: 2 menit
Foto: greeners.co/Renty Hutahaean

Judul Buku: 100 Hari Keliling Indonesia
Penulis: Tim 100 Hari Keliling Indonesia
Jumlah Halaman: 232 halaman
Terbit: Maret 2015
Penerbit: PT Bhuana Ilmu Populer (BIP)

Berpatroli mitigas gajah di Lampung, menembus hutan yang telah berubah menjadi perkebunan kelapa sawit yang masif di Kalimantan Barat, mengunjungi kapal Rainbow Warrior milik Green Peace yang sedang berlabuh di Raja Ampat, hingga bertandang ke salah satu desa termiskin di Bali namun kini warganya menjadi pengolah kacang mete dan rosela. Semuanya itu merupakan bagian dari pengalaman tim 100 Hari Keliling Indonesia (HKI) saat mengelilingi bumi nusantara.

Kisah perjalanan tim 100 HKI tersebut dituangkan dalam buku “100 Hari Keliling Indonesia”. Sebelumnya, 100 HKI merupakan salah satu program acara yang ditayangkan di stasiun televisi swasta Kompas TV dengan judul yang sama. Kini, semua suka duka yang mereka alami selama berkeliling Indonesia, kisah-kisah di balik layar yang tidak diperlihatkan di televisi, tersaji di buku ini.

Buku ini akan mengajak pembacanya untuk melihat warna-warni Indonesia; tidak hanya mengangkat keindahan alamnya saja, tetapi juga masalah-masalah sosial dan budaya yang dialami tiap-tiap daerah.

Fraya Wowiling, produser acara 100 HKI, mengaku tidak cukup hanya 100 hari untuk mengelilingi Indonesia. Ia bersama timnya yang selama melakukan ekspedisi tidak menggunakan pesawat komersial, terpaksa molor dari jadwal yang telah ditentukan. Mereka seharusnya tiba kembali di Jakarta pada hari ke-100, namun justru masih berada di Alor, Nusa Tenggara Timur karena terkendala sarana dan prasarana yang tidak memadai dan menemui banyak “kejutan” yang tidak terprediksi.

Senada dengan Fraya, Ramon Y Tungka, pemandu acara yang juga tim penulis 100 HKI, menyatakan tidak ada waktu yang cukup untuk bisa mengenali dan memahami Indonesia karena Indonesia memiliki keunikan di tiap daerahnya. Menurutnya, masih banyak tempat di nusantara yang memiliki potensi namun belum tergali dan belum ditangani dengan baik.

“Keluar dari rumah. Quit from your comfort zone! Ketika kita datang ke suatu tempat, gunakan kepekaan hati dan kepekaan mata, setelah itu lakukan apa yang harus kamu lakukan, sebarkan ke yang lain, dan konsisten. Kesannya gampang tapi melakukannya berat,” ujar Ramon Y Tungka, saat ditemui Greeners usai peluncuran buku 100 HKI di Central Park, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu.

Buku yang dikemas dengan bahasa yang ringan ini menyajikan secara khusus pengalaman setiap kru tim 100 HKI dalam halaman “Unforgettable Moment”. Selain itu, buku ini juga menyertakan biaya pengeluaran di setiap daerah yang dikunjungi dan satu keping DVD Behind The Scene pembuatan 100 HKI.

Penulis: Renty Hutahaean

Top
You cannot copy content of this page