Miss Universe 2022 Suarakan Pentingnya Fesyen Berkelanjutan

Reading time: 2 menit
Penobatan Miss Universe 2022, dia adalah seorang penggiat fesyen berkelanjutan. Foto: Washingtonpost

Perhelatan kontes kecantikan tahunan yakni Miss Universe 2022 telah resmi digelar pada Sabtu, 14 Januari 2023, di New Orleans, Amerika Serikat. Pada acara tersebut gelar Miss Universe 2022 resmi jatuh kepada Miss USA, R’Bonney Gabriel.

Kemenangan Gabriel ini menjadi momentum baru bagi Amerika Serikat semenjak kemenangan Olivia Culpo pada tahun 2012 lalu. Menariknya, Gabriel merupakan orang Filipina – Amerika pertama yang memenangkan ajang bergengsi ini dan mengalahkan 83 kontestan lainnya.

Tidak sekadar cantik dan pintar, perempuan yang lahir pada 20 Maret 1994 di Texas ini juga seorang penggerak dalam fesyen berkelanjutan. Gabriel memiliki latar belakang pendidikan dalam bidang fesyen dan minor dalam bidang kain dari University of North Texas. Ia adalah seorang model dan perancang busana berkelanjutan untuk pakaian ramah lingkungan.

Selain itu, Gabriel merupakan CEO dari lini pakaian berkelanjutan yang ia ciptakan sendiri yakni R’Bonney Nola.

“Mimpi saya adalah memiliki merek fesyen besar yang berfokus pada keberlanjutan. Serta menjadi suara terdepan dalam industri yang mendorong praktik lebih ramah lingkungan,” jelas Gabriel.

Keahlian merancang busana berkelanjutan juga ia tampilkan pada rangkaian acara Miss Universe 2022. Pada kesempatannya, Gabriel beberapa kali merancang gaun kedatangan dan gaun wawancaranya sendiri. Selain ramah lingkungan, Gabriel juga menggabungkan dua budaya Filipina dan Texas yang ia terapkan pada desain gaunnya tersebut.

Selain itu, Miss Universe 2022 ini aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Foto: IG@rbonneynola

Aktif Dalam Beberapa Kegiatan Sosial

Tidak hanya itu, Gabriel juga beberapa kali bergabung dengan kegiatan-kegiatan sosial. Seperti membuka kelas menjahit bagi perempuan penyintas perdagangan manusia dan pada anak-anak sekolah. Pada kegiatan tersebut ia juga memberikan materi fesyen di sekolah-sekolah.

“Saya sangat menyukai desain, jadi saya memberikan kelas pendidikan fesyen kepada anak-anak, karena saya percaya pendidikan dapat memberikan kesempatan yang lebih baik bagi setiap orang,” katanya.

Dalam sesi tanya jawab pada tahap terakhir untuk tiga finalis teratas. Gabriel mengatakan hal-hal apa saja yang ia akan kerjakan ketika menjadi Miss Universe 2022. Salah satu jawabannya adalah kegiatan organisasi yang memberdayakan dan progresif.

“Saya akan terus mengadvokasi tentang fesyen berkelanjutan, dan juga bekerja dengan Smile Train yakni organisasi yang berfokus pada bibir sumbing terbesar di dunia, dan Best Bodies,” ucapnya.

Selama tiga tahun terakhir, Gabriel juga bekerja di rumah desain Magpies & Peacocks yang juga menggunakan bahan-bahan bekas daur ulang pada perjalanannya.

Penulis: Zahra Shafira

Sumber :

GMA Network

Washington Post

Top

You cannot copy content of this page