Smart Glass Sulap Botol Menjadi Perhiasan Ramah Lingkungan

Reading time: 2 menit
Perhiasan ramah lingkungan dari botol kaca bekas. Foto: Inhabitat

Kathleen Plate bisa melihat sisi terindah dari sampah. Baik itu botol bekas restoran hingga sampah sekali pakai. Dia telah mengubah kaca menjadi cincin berkilau di studio seni Georgianya sebagai merek perhiasan ramah lingkungan Smart Glass miliknya.

Banyak perhiasan daur ulang Smart Glass yang terbuat dari botol Coca-Cola. Merek Smart Glass telah berkolaborasi dengan raksasa soda sejak tahun 2006. Selain itu, warna-warna lain sebagian besar berasal dari botol alkohol – aqua dari Bombay Sapphire, kobalt dari vodka. Kemudian pinus dari anggur merah dan periwinkle dari sake. Ini adalah hadiah yang sangat bagus untuk menunjukkan kemenangan metaforis botol.

Pertama-tama, Plate memotong dan membakar kaca melalui proses yang telah terpaten. Setelah itu, hasilnya adalah perhiasan indah yang menyerupai kaca laut. Plate berbicara dengan Inhabitat tentang perusahaannya dan bagaimana rasanya menjadi perajin perhiasan ramah lingkungan profesional.

Plate mengatakan, asal muasal karya indahnya ini berawal dari keinginannya membeli kaca patri. “Tapi karena saya adalah seorang mahasiswa pascasarjana yang bangkrut dan tidak punya uang, jadi saya melihat sekeliling dan melihat botol anggur hijau zamrud yang indah. Melihat kaca seperti itu, saya terpesona oleh betapa indahnya kaca itu. Saya membuat anting-antingnya dari kaca itu,” kata dia.

Prespektif Baru Produk Ramah Lingkungan 

Ia berharap Smart Glass, bukan hanya sekadar produk ramah lingkungan. Akan tetapi sekaligus membuka perspektif baru untuk melihat hal-hal biasa seperti sampah menjadi sesuatu yang indah. “Saya membuat perhiasan yang menakjubkan dari barang-barang yang Anda lihat setiap hari. Saya hanya mengubah perspektif dan memungkinkan Anda melihatnya dengan cara baru,” ungkapnya.

Kedua, sebagai seorang seniman Plate sangat suka berbagi kisah pribadi. “Anda bisa mengikuti hasrat Anda, melakukan sesuatu yang Anda cintai dan benar-benar menghasilkan banyak uang, serta bekerja dengan beberapa perusahaan terbesar di dunia,” ucapnya,

Semua proses ia lakukan di studio di Tucker, Georgia, yang berada tepat di luar Atlanta. “Saya melakukan segalanya mulai dari memotong kaca dan memproduksi perhiasan hingga menjawab email dan memproses pesanan”.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

Sumber: InHabitat

Top

You cannot copy content of this page