Nadia Mulya, Selektif Memilih Produk Kecantikan

Reading time: 2 menit
nadia mulya
Nadia Mulya. Foto: greeners.co/Anggi Rizky Firdhani

(Greeners) – Menggunakan riasan wajah atau make up nampaknya sudah menjadi hal yang lazim dilakukan oleh para selebriti. Tak terkecuali dengan Nadia Mulya (37), seorang aktris, model, penulis, dan presenter ini. Bagi Nadia, menggunakan riasan wajah bukanlah hal yang baru. Ia mengaku bahwa dirinya telah akrab dengan riasan wajah sejak usia belasan.

“Saya menggunakan make up sejak usia saya masih 17 tahun, saat saya memulai karir menjadi model. Jadi, menggunakan riasan yang tebal bukanlah hal baru bagi saya. Percaya enggak sejak saya berusia 21 tahun, usia dimana saya mulai serius dalam dunia model, saya selalu menggunakan produk kecantikan yang sama,” ujar Nadia kepada Greeners saat ditemui di Gedung Manggala Wanabakti Jakarta, beberapa waktu lalu.

Saat membeli produk make up, Nadia mengaku bahwa dirinya cukup selektif. Saat memilih produk kosmetik, wanita yang kini sedang aktif menulis buku tersebut memiliki beberapa pertimbangan. Kepada Greeners, Nadia mengatakan bahwa dirinya begitu menentang produk kosmetik yang diuji coba pada hewan.

“Salah satu hal yang menjadi pertimbangan ketika saya memilih produk kosmetik sebenarnya ada dua hal. Hal yang pertama adalah tidak diuji coba kepada hewan, lalu hal yang kedua adalah sebisa mungkin ada produk isi ulangnya,” ujar wanita yang juga merupakan Puteri Pariwisata tahun 2004 ini.

“Dengan adanya produk kecantikan yang dapat di-refill, kita dapat lebih hemat dan mengurangi jumlah produksi sampah kan?” tutur Nadia menambahkan.

Tak hanya sampai di situ, Nadia juga mempertimbangkan sisi etika dari produk kosmetik yang akan ia beli. Ia harus memastikan bahwa produk kosmetik yang akan ia gunakan dibuat secara layak dan beretika.

“Saat membeli produk kosmetik, saya juga sangat mementingkan fair trade. Produk kosmetik yang saya beli harus dibuat oleh para pekerja yang diperlakukan dengan layak. Saya sangat mementingkan produk kecantikan yang diproduksi secara beretika dan ramah terhadap lingkungan alam ataupun sosial,” tukasnya.

Nadia berharap banyak konsumen menjadi pribadi yang kritis ketika akan membeli suatu produk. Dengan demikian, konsumen juga turut berpartisipasi bagi kelestarian lingkungan.

“Kita dapat menjadi pribadi yang ramah lingkungan dengan melakukan hal-hal kecil, termasuk cermat dalam memilih suatu produk, termasuk produk kecantikan. Kita juga bisa melakukan riset terlebih dahulu terhadap produk kecantikan yang akan kita beli, apakah produk tersebut dites pada hewan atau tidak, tidak ramah lingkungan, atau lain sebagainya. Intinya sih, kita harus menjadi pribadi yang kritis,” pungkasnya.

Penulis: Anggi Rizky Firdhani

Top
You cannot copy content of this page