Semburart, Simpel dan Sederhana

Reading time: 3 menit
semburart
Foto: Semburart via Instagram

Semburart merupakan nama pendatang baru dalam dunia mode di Indonesia. Saat mendengar nama Semburart, mungkin hal pertama yang terlintas di benak kita adalah kata “semburat”, yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki arti “memancarkan cahaya”. Namun sesungguhnya, Semburart sendiri berasal dari gabungan kata “sembur” dan “art”. “Sembur” memiliki arti “berantakan” dalam bahasa Jawa, dan “art” berarti “seni” dalam bahasa Inggris. Semburart merupakan merek asal Bali yang awalnya tercipta dari “kesemrawutan”.

“Awalnya, Semburart tercipta karena saya ingin mencari solusi dari ‘keberantakan’ yang sering saya buat ketika saya sedang melukis atau menggambar. Biasanya, peralatan melukis kan suka berceceran begitu saja, semrawut. Dari situ, saya terinspirasi untuk membuat sesuatu yang bisa menjaga peralatan melukis saya supaya tetap rapi dan tertata. Akhirnya, saya membuat wadah khusus berupa pencil roll, dan dari situlah Semburart lahir,” ujar pendiri Semburat, Najma, kepada Greeners saat dihubungi melalui telepon pada Jumat (25/08) lalu.

semburart

Foto: Semburart via Instagram

Semburart pertama kali didirikan pada akhir tahun 2015 di Bali. Awalnya, brand ini hanya memproduksi pencil roll saja. Pencil roll merupakan tempat khusus untuk alat tulis atau alat melukis yang terbuat dari kain kanvas dan didesain secara unik karena dapat dibuka-tutup dengan cara digulung. Seiring dengan berjalannya waktu, Najma bersama rekannya, Lugu, terus berinovasi untuk menciptakan produk baru. Kini, Semburart memiliki berbagai macam koleksi tas, tempat pensil, serta dompet.

“Sekarang kita juga memiliki koleksi tas jinjing, tas serut, pouch, dompet, dan tempat pensil serbaguna. Dikatakan serbaguna karena tempat pensil tersebut juga bisa digunakan sebagai tempat menaruh kacamata,” tutur wanita yang memiliki latar belakang dalam dunia arsitektur ini.

Dalam membuat seluruh koleksinya, Semburart menggunakan metode manual alias handmade. Seluruh produk dirancang sendiri oleh tangan Najma dan rekannya. Dalam pemilihan warna, mereka lebih sering menggunakan warna-warna netral dan “kalem” seperti putih, krem, abu-abu, merah muda, hijau toska, dan hitam untuk digunakan pada produknya.

Najma juga menyatakan bahwa setiap produk yang mereka buat tidak ada yang 100 persen identik satu sama lain. Selain itu, produknya hanya tersedia dalam jumlah yang terbatas.

semburart

Foto: Semburart via Instagram

Dari segi desain, seluruh produk koleksi Semburart memiliki desain yang simpel. Merek ini juga kerap memunculkan motif tribal dalam tiap koleksinya. Meski terlihat sederhana, seluruh koleksinya terlihat begitu catchy dan cocok untuk dikenakan sehari-hari. Semburart juga memiliki ciri khas dalam tiap produknya, yaitu berupa tali tas yang dibentuk dengan dikepang.

Najma juga mengklaim bahwa Semburart menghadirkan produk yang ramah lingkungan. Seluruh koleksi terbuat dari kain kanvas alami dan sebisa mungkin menggunakan bahan-bahan alami dalam pembuatan produknya.

“Seluruh produk kami buat dengan bahan yang sealami mungkin. Kami tidak menggunakan bahan plastik dalam membuat produk. Namun sayang, produk kami masih belum bisa dikatakan 100 persen alami, karena kami masih menggunakan pewarna kain yang non-alami. Tapi kedepannya, kami akan terus berusaha untuk menghasilkan produk yang benar-benar ramah lingkungan,” ujar Najma.

Najma menambahkan, Semburart berusaha meminimalkan limbah produksinya. Untuk memanfaatkan kain-kain sisa produksi, mereka mengolah kembali kain tersebut menjadi pembungkus kabel.

Penulis: Anggi Rizky Firdhani

Top
You cannot copy content of this page