Serat Hemp dan Sustainable Fashion

Reading time: 2 menit
Busana "high-end" seperti Hermes (kiri) dan "high street outlet" seperti H&M (kanan) mulai menggunakan serat hemp dalam rancangannya. Foto: sensiseeds.com

Pernahkah Sobat Greeners mendengar kata “Hemp”? Hemp merupakan salah satu jenis dari tanaman Cannabis yang mulai dikembangkan dalam industri fesyen. Pengolahan tanaman ini menjadi benang dinilai memiliki banyak kelebihan, antara lain tahan jamur dan memiliki kualitas seperti benang linen.

Situs Livescience.com, menyebutkan bahwa hemp memiliki kandungan zat psikoaktif psychotropic chemical tetrahydrocannabinol (THC) yang rendah, yakni di bawah 0,5 %. Sementara, tanaman marijuana yang lainnya biasanya mengandung THC hingga 15 %. Beberapa negara bagian di Amerika dan Kanada telah memanfaatkan hemp sebagai bahan baku industri, seperti pada kosmetik dan tekstil.

Serat hemp juga dapat digunakan dalam busana pria. Foto: www.2luxury2.com

Serat hemp juga dapat digunakan dalam busana pria. Foto: www.2luxury2.com

Hemp diyakini dapat menjadi salah satu cara untuk memajukan suistanable fashion (fesyen berkelanjutan). Alasannya karena metode penanaman hemp umumnya organik dan tidak membutuhkan pestisida karena tidak mudah terserang hama. Selain itu, serat yang dihasilkan dikenal lebih kuat namun biodegradable, tahan terhadap sinar ultraviolet (UV), memiliki daya serap tinggi, cepat kering, dan antimikroba.

Kelebihan yang dimiliki serat hemp membuat beberapa perancang busana ternama dunia membuat rancangannya dengan menggunakan serat tanaman ini. Seperti dilansir dari situs Today.com, pada acara pembukaan New York Fashion Week tahun 2008, desainer busana Francisco Costa dari rumah mode Calvin Klein, pernah mengeluarkan pantsuit serta mantel panjang dari serat hemp. Selain itu, perancang Donatella Versace membuat sebuah gaun berpotongan terbuka pada bagian punggung, yang mana kain dari gaun tersebut merupakan campuran hemp dengan sutra.

Cannabis. Foto: www.2luxury2.com

Cannabis. Foto: www.2luxury2.com

Serat hemp dapat diolah tanpa campuran atau dikombinasikan dengan serat alami lainnya, seperti linen dan sutra. Percampuran bahan-bahan organik ini dapat menghasilkan kain berkualitas tinggi sekelas taffeta, charmeuse, muslin, jackquards, dan lainnya. Tidak hanya digunakan untuk membuat pakaian, hemp juga dimanfaatkan untuk membuat jins, sepatu, tas tangan, dan produk lainnya.

Walaupun masih mengalami pertentangan dengan undang-undang narkotika, sudah terdapat beberapa negara yang melegalkan dan memanfaatkan hemp ini, yaitu Colorado, Maine, Montana, Dakota Utara, Oregon, Vermont, Washington, dan Virginia Barat. Industri fesyen di Indonesia sendiri belum bisa menggunakan bahan hemp terkait undang-undang narkotika yang berlaku.

Penulis : Gloria Safira

Top