Tidak Mau Ketinggalan, Prada Perkenalkan Tas dari Plastik Daur Ulang

Reading time: 4 menit
tas daur ulang prada
Tidak Mau Ketinggalan, Prada Perkenalkan Tas dari Plastik Daur Ulang. Foto: Prada.

Prada mengumumkan mereka hanya menggunakan nilon yang telah melewati proses daur ulang. Sekaligus meluncurkan rangkaian tas dalam koleksi Re-Nylon.

Prada, merek mode mewah dari Italia, terkenal selama empat dekade terakhir karena meluncurkan ransel nilon ‘Vela’ pada tahun 1984. Mereka pun meluncurkan koleksi pakaian nilon satu dekade kemudian. Sebagai mereka fesyen terkemuka, pengaruh mereka membuat penggunaan nilon meluas.

Belakangan, Prada memberi contoh baik dengan membuktikan mereka ikut dalam tren ramah lingkungan. Merek ini menunjukkan kepeduliannya pada lingkungan dengan peluncuran koleksi tas nilon berbahan plastik daur ulang.

Koleksi Re-Nylon, Tas Daur Ulang Prada

Perusahaan ini mengungkapkan bahwa mereka hanya menggunakan nilon yang telah melewati proses daur ulang, selain meluncurkan rangkaian tas dengan koleksi Re-Nylon.

Enam tas dalam rangkaian produk tersebut terbuat dari kain sintetis yang terbuat dari daur ulang plastik laut, jaring ikan, dan limbah serat tekstil.

“Ini pengurangan nilon besar-besaran dan berdampak besar dalam hal keberlanjutan,” kata Lorenzo Bertelli, kepala pemasaran dan komunikasi di Prada Group, kepada Business of Fashion.

Koleksi Re-Nylon akan mencakup tas ikat pinggang, tas bahu, dan dua tas punggung Prada.

Bertelli menjelaskan bahwa perubahan Prada untuk menggunakan nilon hasil daur ulang adalah era baru bagi Prada, setelah mencatat banyak permintaan pasar.

“Saya berharap setiap pesaing akan beralih ke pendekatan manufaktur yang lebih berkelanjutan,” kata Bertelli.

Nilon Regenerasi Econyl

Prada mengambil langkah berani dan mengubah semua nilon baru yang mereka pakai menjadi nilon Econyl, yang terbuat dari bahan plastik daur ulang, pada akhir 2021.

Benang econyl melalui proses depolimerisasi dan repolimerisasi, dapat melewati proses daur ulang tanpa batas waktu, dan tentunya tidak kehilangan kualitasnya. Econyl sudah digunakan oleh merek fashion termasuk Stella McCartney, Adidas, dan Triumph.

Prada juga bekerja sama dengan National Geographic untuk menampilkan proses di balik inisiatif koleksi Re-Nylon, lewat serial video pendek yang berjudul ‘What We Carry’.

Tak hanya mengekspresikan tujuan dan aktualisasi mereka untuk rantai produksi yang ramah lingkungan. Film ini juga membawa penonton dalam perjalanan mereka melintasi setiap benua di dunia, dari Afrika hingga Amerika, Asia hingga Eropa.

tas daur ulang prada

Prada mengambil langkah berani dan mengubah semua nilon baru yang mereka pakai menjadi nilon Econyl, yang terbuat dari bahan plastik daur ulang, pada akhir 2021. Foto: Prada.

Episode Pertama Serial Re-Nylon

Episode pertama videonya berlatar Phoenix Arizona. Di mana ada fasilitas yang bisa mendaur ulang karpet sampai 16.000 metrik ton setiap tahunnya.

Kurang 3% dari 1,6 juta ton karpet yang terbuang di Amerika Serikat setiap tahun. Ini menjadi salah satu sumber nilon econyl untuk membongkar rantai pasokan siklus baru.

Perjalanan Kedua Sumber Econyl

Kemudian episode kedua berlokasi di Danau Ossa, Kamerun, dengan luas permukaan melebihi 4.000 hektar. Danau Ossa merupakan habitat alami bagi banyak spesies dan mewakili 90% dari Cagar yang berdiri pada tahun 1968.

Lokasi ini juga menyediakan mata pencaharian penting bagi masyarakat sekitarnya. Namun, karena itu, ratusan jaring ikan bekas mengotori perairannya selama beberapa dekade, yang merusak ekosistem dan dapat berakibat fatal bagi tumbuhan dan satwa liar.

Untuk mengatasi hal ini, komunitas lokal sekarang bekerja dengan Net-Works, sebuah proyek dukungan Zoological Society of London, untuk mengambil jaring dari Danau Ossa.

Lebih dari enam ton jaring telah terkumpul dari danau hingga saat ini, untuk dijual kembali, menciptakan pendapatan baru yang berharga bagi ekonomi lokal.

Jaring ini bersama dengan limbah lainnya kemudian melewati proses daur ulang, dengan menghilangkan polimernya dan mengubahnya menjadi nilon regenerasi econyl baru oleh produsen benang tekstil Aquafil.

Tas daur ulang prada

Lebih dari enam ton jaring telah terkumpul dari danau hingga saat ini, untuk dijual kembali, menciptakan pendapatan baru yang berharga bagi ekonomi lokal. Foto: Prada.

Jaring untuk Tas Daur Ulang Prada

Selanjutnya, pada episode ketiga penonton dibawa ke Teluk Mahana, Selandia Baru. Sekitar 640.000 ton jaring terbuang ke laut setiap tahun, yang tentu berdampak buruk pada ekosistem.

Healthy Seas, yang merupakan lembaga swadaya masyarakat (LSM) berinisiatif untuk menghilangkan sampah laut. 10% dari semua sampah plastik lautan di seluruh dunia (sejak 2013, lebih dari 500 ton jaring) merupakan hasil kerja keras mereka.

Jaring-jaring ini juga merupakan sumber bahan untuk produsen benang tekstil Aquafil di Eropa, yang nantinya menjadi nilon regenerasi econyl.

Sisa Bahan Tekstil

Video keempat mengunjungi pabrik pakaian Parawin di Kota Ganzhou, bagian dari provinsi Jiangxi di sisi tenggara China. Pabrik ini menampung sekitar 300 pekerja di setiap bagian produksi garmen, mulai dari pemotongan pola, konstruksi, hingga finishing.

Bekerja sama dengan produsen benang tekstil Aquafil, Parawin sekarang berkomitmen untuk mendaur ulang potongan tekstil yang tak terpakai lagi.

Rumah Produksi Aquafil untuk Tas Daur Ulang Prada

Garis akhir video ini adalah Slovenia, negara yang telah menjadi pusat industri regeneratif dan berkelanjutan. Negara ini mendaur ulang 40.000 ton bahan setiap tahun. Ini juga merupakan rumah bagi pabrik produksi Aquafil untuk econyl, yang ada di kota Ljubljana.

Bersama Giulio Bonazzi, Chairman dan CEO Aquafil, mereka menunjukkan proses daur ulang yang rumit dari depolimerisasi. Nantinya limbah yang terkumpul akan melewati proses hingga menjadi benang econyl yang murni.

tas daur ulang prada

Prada juga bekerja sama dengan National Geographic untuk menampilkan proses di balik inisiatif koleksi Re-Nylon, lewat serial video pendek yang berjudul ‘What We Carry’. Foto: Prada.

Baca juga: Salire Studio: Statement Wear dari Daur Ulang Sampah Tekstil

Sumbangan untuk Kelestarian Lingkungan

Beberapa persen dari hasil penjualan Prada edisi Re-Nylon akan disumbangkan untuk proyek yang berkaitan dengan kelestarian lingkungan.

Prada bekerja sama dengan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), mengembangkan kegiatan pendidikan yang melibatkan siswa dari beberapa negara untuk mengimplementasikan rencana pembelajaran khusus.

Kegiatan ini mengusung topik plastik dan ekonomi keberlanjutan untuk menginspirasi peserta didik. Pendekatan program pendidikan dibangun lewat 2 poin penting, yaitu belajar dan mengambil tindakan.

Salah satu hasilnya adalah kampanye peningkatan kesadaran yang siswa rancang sendiri.

Prada sebelumnya juga memproduksi pakaian dengan menggunakan bulu cerpelai, rubah, dan kelinci. Namun, bulan Mei 2019, Prada menyatakan bahwa mereka menghapus bulu dari koleksi wanita per Februari 2020.

“Berfokus pada bahan inovatif akan memungkinkan perusahaan untuk mengeksplorasi batas-batas baru desain kreatif sambil memenuhi permintaan produk etis,” kata Miuccia Prada, kepala desainer rumah mode ini.

Penulis: Agnes Marpaung

Editor: Ixora Devi

Sumber:

Independent

Prada

Top