Tidak Bikin Langsing, Soda Diet Justru Buruk bagi Kesehatan

Reading time: 2 menit
Tidak Bikin Langsing, Soda Diet Justru Buruk bagi Kesehatan
Tidak bikin langsing, soda diet justru buruk bagi kesehatan. Foto: Shutterstock.

Soda diet awalnya populer untuk para penderita diabetes. Seiring berkembangnya populartias soda diet, banyak konsumen yang memilih minuman berkarbonasi ini dengan tujuan mengurangi berat badan. Konsumen mengira, mengonsumsi soda diet akan menjaga mereka dari gula yang berlebih. Hanya saja, ternyata asumsi ini salah. Minuman “rendah gula” seperti soda diet acap kali terbuat dari pemanis buatan seperti aspartam, siklamat, sakarin, acesulfame-k, atau sucralose. Penelitian terbaru menemukan konsumen yang mengonsumsi minuman dengan gula buatan memiliki risiko berbagai penyakit yang identik dengan gula yang pada umumnya. Terutama bagi kesehatan jantung.

Mengutip dari Healthline, Direktur kesehatan kardiovaskular & lipidologi kardiologi di Rumah Sakit Jantung Sandra Atlas Bass Northwell Health di New York,  Dr. Guy L. Mintz, mengatakan berita mengenai pemanis buatan sebagai pengganti yang aman untuk gula adalah berita palsu. Temuan terbarunya menunjukkan konsumen yang sering mengonsumsi minuman manis dan minuman dengan pemanis buatan sama-sama memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan pada jantung atau pembuluh darah.

Soda diet berbahaya lantaran tidak memiliki nutrisi. Minuman ini hanya mengandung campuran air berkarbonasi, pemanis buatan atau alami, pewarna, perasa, dan bahan tambahan dalam makanan. Dalam beberapa temuan lainnya terdapat beberapa bahan yang ditemukan dalam beberapa merek minuman soda seperti berbagai macam bahan asam, pengawet, dan kafein.

Baca juga: Empat Tips Rutinitas Kecantikan Ramah Lingkungan

Mitos Soda Diet Menurunkan Berat Badan Masih jadi Perbincangan

Dr. Mintz menjelaskan, mitos soda diet dapat menurunkan berat badan masih menjadi perbincangan. Soda tidak memiliki kalori sehingga konsumen kerap menjadikannya minuman penurun berat badan. Akan tetapi, dampak lain dari konsumsi minuman adalah obesitas dan gangguan metabolisme. Beberapa peneliti berasumsi hal tersebut terjadi lantaran konsumsi minuman manis dapat merangsang hormon kelaparan, mengubah reseptor rasa manis dan memicu respon dopamin di otak.

Respon tersebut dapat meningkatkan konsumsi makanan yang tinggi kalori, serta menyebabkan meningkatkan berat badan. Dampak lainnya adalah dapat menyebabkan diabetes, darah tinggi, dan menyerang ginjal. Konsumsi bersoda oleh ibu yang sedang mengandung dapat menyebabkan melahirkan prematur dan obesitas pada anak. Selain itu meningkatkan risiko osteoporosis, kerusakan gigi, dapat menyebabkan depresi, perubahan mikroba pada usus, dan dapat memicu kanker.

Menurut Profesor kedokteran dan direktur Divisi Kesehatan dan Penyakit Kardiovaskular, Institut Jantung, Paru-paru dan Vaskular Universitas Cincinnati, Dr. Richard C. Becker,  tidak ada manfaat memilih minuman berpemanis buatan ketimbang minuman mengandung gula untuk kesehatan jantung. Pilihan yang tepat adalah konsumsi air putih.

Penulis: Maria Soterini

Editor: Ixora Devi

Top
You cannot copy content of this page