Ide
Sampo kelereng adalah bola kecil yang dapat meleleh di tangan saat terkena air. Bahannya dibuat seperti jeli sehingga jika jatuh tidak akan pecah.
Ide TaniHub berawal dari mimpi agar para petani Indonesia dapat menikmati hasil yang adil untuk segala kerja keras mereka.
Studi dari Universitas Sydney berhasil mengubah limbah kulit durian menjadi kapasitor super yang dapat mengisi daya ponsel, laptop, dan elektronik lain.
Hafiz Waliyuddin dan Sabda Tegar Aditya adalah pendiri aplikasi Angkuts. Mereka menginisasi penyediaan jasa pengangkutan sampah secara daring.
Chilibeli.com merupakan sebuah platform perniagaan sosial berbasis komunitas yang menghadirkan pangan segar, bernilai, dan berkualitas kepada masyarakat.
Tiga mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga membuat inovasi bioplastik dari limbah kulit singkong. Produk ini diberi nama Caspeea.
Botol plastik terbuat dari minyak bumi atau minyak mentah. Sementara kaleng alumunium tiga kali lebih mampu didaur ulang daripada plastik.
Merek olahraga Nike berinisiatif dan berpartisipasi mengikuti gerakan pengurangan limbah dengan menciptakan pakaian berbahan daur ulang.
eRecycle menjadi aplikasi digital teknologi yang memberikan terobosan dalam mengumpulkan sampah plastik dan mengurangi pencemaran lingkungan.
Perusahaan teknologi multinasional Amazon mengerahkan usaha berbasis ramah bumi (ecofriendly) melalui sistem pengiriman barang nol emisi (Shipment Zero).
Jonna Breitenhuber seorang desainer yang berbasis di Berlin memiliki solusi untuk mengganti semua botol sampo plastik dengan Soapbottle.
ARCG melakukan pertolongan dengan menjahit kantong dan selimut sebagai tempat tinggal sementara hewan-hewan yang terluka akibat kobaran api.
Di India terdapat kafe yang menerima pembayaran dengan sampah plastik bernama “Garbage Café” atau “Kafe Sampah”, yang berlokasi di Ambikapur.










































