Kafe Ini Menukar Sampah Plastik dengan Makanan

Reading time: 3 menit
Menukar Sampah dengan Makanan
Kafe di Ambikapur, India menukar sampah dengan makanan. Ilustrasi: www.greeners.co

Di India, terdapat kafe yang menerima pembayaran dengan sampah plastik. Kafe itu bernama “Garbage Café” atau “Kafe Sampah” dalam bahasa Indonesia. Kafe ini membantu mengatasi masalah sampah plastik di kota Ambikapur.

Berdasarkan laman theguardian.com, dibuka pada bulan Oktober oleh badan pemerintahan Ambikapur, kafe ini dirancang untuk mendorong kesadaran tentang perlunya mengumpulkan dan membuang sampah plastik, serta memberikan kesejahteraan berupa konsumsi makanan kepada siapa pun, khususnya masyarakat sipil, pelajar, maupun pemulung.

Slogan dari kafe ini sendiri adalah “More the waste, better the taste” atau dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai “Lebih banyak sampah, semakin nikmat rasanya”. Peluncuran kafe inipun dihadiri oleh Menteri Kesehatan Chhattisgarh, TS Singh Deo, yang menekankan bahwa kafe tersebut untuk semua orang dengan membawa setengah kilo plastik sendiri.

Baca juga: Solar Foods Ciptakan Makanan Dari Karbon Dioksida

Kafe ini sudah terkenal di wilayahnya. Hal ini disampaikan pula oleh Walikota Ambikapur, Ajay Tirkey, “Ini menjadi terkenal dengan cepat, karena terletak tepat di dekat halte bus utama di kota. Kami mendapatkan sekitar selusin orang yang datang setiap hari. Suatu hari seluruh keluarga datang dengan karung besar berbobot tujuh kilogram,” ucapnya.

Sebagian besar kota di India sedang berjuang dengan sejumlah besar masalah sampah yang tidak teratur. India menghasilkan sekitar 25.000 ton sampah plastik setiap hari dan hanya sekitar 14.000 ton yang dikumpulkan. Menurut Kementerian Lingkungan Hidup India, negara ini hanya memiliki sedikit sistem pengelolaan limbah yang tergolong efektif.

Menghapus plastik sekali pakai

Upaya untuk melawan plastik sekali pakai ini muncul pada bulan Oktober, ketika Perdana Menteri, Narendra Modi, menggunakan momen peringatan 150 tahun kelahiran Mahatma Gandhi. Pada kesempatan ini Narendra mengumumkan bahwa India akan menghapus plastik sekali pakai pada tahun 2022. Selama kunjungannya ke wilayah Tamil Nadu, Perdana Menteri India ini pergi menyisir di tepi pantai di Mamallapuram dan berakhir dengan melakukan aksi bersih pantai.

Ambikapur menjadi salah satu kota terdepan dalam membenahi sistem pengelolaan sampah di wilayahnya. Pengumpulan dan pemilahan sampah 100% dilakukan dari pintu ke pintu, sehingga mendapat peringkat kota terbersih kedua dalam pemerintahan India tahun 2019.

Menukar Sampah dengan Makanan

Sekitar 70 persen dari sampah plastik di perkotaan berjenis sekali pakai dan sebagian besar berakhir di tempat pembuangan sampah. Foto: shutterstock.com

Setidaknya penghasilan yang didapat sebulan dari menjual plastik dan kertas daur ulang ke perusahaan swasta yakni sekitar 1,2 juta rupee setara dengan 13.000 pound sterling (atau dalam kurs Indonesia yaitu sekitar 234 juta rupiah). Plastik yang dikumpulkan dari Garbage Cafe ini telah digunakan untuk membangun jalan pada tahun 2015, otoritas wilayah Ambikapur membangun seluruh jalan dari plastik. “Itu telah berlangsung sangat baik, bahkan selama musim hujan,” kata Ajay.

Diterapkan di tempat lain

Konsep kafe barter makanan untuk sampah plastik juga telah diterapkan di tempat lain. Seperti di Siliguri, Benggala Barat, alumni sekolah setempat membagikan makanan gratis pada hari Sabtu kepada siapa saja yang menyimpan setengah kilo sampah plastik. Di Mulugu, pemerintah kota memberikan satu kilo beras dengan imbalan satu kilo plastik. Antusiasme inipun menjalar sampai ke ibukota, New Delhi, di mana pemerintah kota berencana untuk membuka beberapa ‘Kafe Sampah’ di sepanjang garis yang ada di Ambikapur.

Baca juga: LIPI: Sampah di Teluk Jakarta Meningkat 40 Persen

Sekitar 70 persen dari sampah plastik di perkotaan adalah penggunaan sekali pakai, dan sebagian besar berakhir di tempat pembuangan sampah atau saluran pembuangan yang tersumbat. Ini menjadi ancaman khususnya untuk hewan seperti sapi yang lapar dan mencari makanan di tempat pembuangan sampah. Tahun lalu, seorang dokter hewan di Delhi mengeluarkan 70 kg plastik dari perut sapi.

Simar Malhotra, salah satu pendiri Parvaah, organisasi nonprofit di New Delhi yang berkampanye melawan plastik, percaya bahwa Garbage Cafe layak ditiru di seluruh negeri. “Skema Garbage Cafe ini yang menyelesaikan dua masalah sekaligus. Kafe ini menangani sampah dan juga memberikan makanan untuk orang-orang yang membutuhkan, sehingga nantinya memotivasi mereka untuk mengumpulkan lebih banyak plastik,” ujar Simar.

Penulis: Sarah R. Megumi

Top