Printer 3D untuk Mencetak Rumah dari Tanah Liat 

Reading time: 2 menit
TECLA
Contoh rumah yang telah dicetak menggunakan printer tiga dimensi TECLA. Foto: www.mcarchitects.it/tecla-2

Sebuah perusahaan di Italia bernama Mario Cucinella Architects merancang rumah inovatif yang dicetak secara tiga dimensi (3D). Terinspirasi dari sarang tawon, rumah-rumah yang dijuluki TECLA ini sedang dibangun di Bologna, Italia. Desain rumah tersebut adalah prototipe cetak 3D eksperimental yang dibuat untuk memberikan opsi berkelanjutan perumahan di perkotaan.

Rencana perumahaan TECLA dilatarbelakangi oleh meningkatnya populasi manusia secara pesat dan meluasnya dampak lingkungan dari industri pembangunan. Terdapat sekitar 80 juta orang dilahirkan setiap tahunnya, sehingga dibutuhkan solusi perumahan yang memadai, berkelanjutan, dan terjangkau. Dari krisis perumahan yang masif inilah, arsitektur Mario Cucinella dan World’s Advance Saving Project (WASP) mengembangkan inovasi ini.

Baca juga: Casing Handphone dari Sampah Plastik

TECLA menjadi model perumahan melingkar yang dibuat menggunakan tanah liat dan dapat digunakan kembali maupun didaur ulang. Zat alami yang digunakan memungkinkan proses konstruksi tanpa limbah. Zat itu diekstrusi melalui pipa ke printer 3D “Crane WASP” modular yang dipakai untuk mencetak objek dengan diameter 21 kaki (6,4 meter) dan tinggi 9 kaki (2,74 meter).

TECLA

Printer tiga dimensi mencetak tanah liat untuk prototipe rumah. Foto: www.mcarchitects.it/tecla-2

Pada September 2019, pencetakan dimulai pada prototipe pertama dari sebuah rumah dua kamar di Massa Lombarda, sebelah timur Bologna. TECLA memiliki bentuk bundar, bergelembung dengan warna alami, dan tekstur yang berlapis.

Melansir intelligentliving.co, Cucinella mengatakan, bersama dengan WASP, mereka memiliki tujuan untuk mengatasi revolusi iklim yang semakin mendesak. Dengan mengembangkan prototipe cetak 3D yang inovatif diharapkan dapat menjadi solusi perubahan kebutuhan masyarakat.

Baca juga: Rotofarm, Taman Indoor Tanpa Tanah

Menurut School of Sustainability (SOS), TECLA dikembangkan melalui serangkaian program penelitian. SOS menjadi sebuah program di Bologna yang didirikan oleh Cucinella untuk melatih para pemimpin desain era pasca-karbon. Pada Mei 2019, prototipe menerima persetujuan perencanaan dan tersisa beberapa bulan untuk menyelesaikan proyek agar konstruksi selesai.

Penulis: Mega Anisa

Top
You cannot copy content of this page