Rice Husk Village, Mainan Anak dari Limbah Sekam Padi

Reading time: 2 menit
Mainan ini aman bagi anak-anak karena terbuat dari bahan alami. Foto: Yanko Design

Setiap tahun, sekitar 120 juta ton limbah sekam padi terbuang begitu saja di seluruh dunia. Sekam sendiri merupakan suatu lapisan kulit bertekstur kasar dan kering yang menyelimuti tiap bulir padi. Produk sampingan padi yang satu ini tidak bisa dikonsumsi oleh manusia, sehingga lazim terbuang sia-sia dan berakhir di tempat pembuangan sampah. Jika diolah kembali pun, sekam padi umumnya hanya “bertransformasi” menjadi pakan ternak.

Meskipun terlihat kurang berharga, limbah sekam padi rupanya memiliki potensi yang tinggi. Seorang desainer asal Korea Selatan, Subin Cho, berhasil menggali potensi tersembunyi dari limbah tersebut. Ia berhasil memberikan kehidupan kedua pada sekam padi dengan mengolahnya kembali menjadi mainan anak. Rice Husk Village merupakan nama dari mainan tersebut.

“Limbah sekam padi memiliki tekstur yang kering dan kasar dan hal tersebut menjadikannya begitu kuat dan kokoh. Bagi para desainer, limbah ini sangat ideal untuk dimanfaatkan kembali menjadi material pembuat produk,” ujar Subin dalam Yanko Design.

Rice Husk Village sendiri merupakan mainan anak edukatif berbentuk bangunan yang dapat kita susun dan rangkai hingga menyerupai sebuah desa atau gedung. Mainan ini memiliki enam bentuk yang berbeda-beda, seperti rumah, jembatan, tangga, hingga pohon. Anak dapat berkreasi sekreatif mungkin dengan memainkan mainan dari limbah sekam padi ini.

Selain edukatif dan dapat mengembangkan kreativitas anak, Rice Husk Village juga bersifat ramah lingkungan dan biodegradable. Pada akhir masa pakainya, mainan dari limbah sekam padi ini dapat terurai sepenuhnya dengan tanah dalam jangka waktu 100 hari saja. Mainan ini juga dapat kita manfaatkan kembali menjadi pupuk kompos yang kaya nutrisi bagi tanaman.  

Mainan dari Limbah Sekam Padi: Alami dan Aman Bagi Anak

Subin menjelaskan, bahwa mainan Rice Husk Village sepenuhnya terbuat dari bahan-bahan alami, tanpa adanya bahan kimia tambahan. Untuk membuat mainan ini, ia hanya membutuhkan tiga bahan utama berupa limbah sekam padi, pati dan juga air. Oleh karena itu, mainan ini aman bagi anak jika tidak sengaja termakan atau tertelan.

Tidak berhenti sampai di situ, Subin juga tidak menggunakan zat pewarna kimiawi untuk mewarnai mainan kreasinya. Ia hanya menggunakan pewarna dari bahan-bahan natural seperti kunyit dan biji-bijian. Meski demikian, mainan Rice Husk Village tetap memiliki warna yang menarik.

Penulis: Anggi R. Firdhani

Sumber:

Behance

Yanko Design

Top

You cannot copy content of this page